Heinrich Hertz, Fisikawan yang Buktikan Gelombang Elektromagnetik

JAKARTA - Bagi para pecinta sains dan radio, perlu diketahui kota Karlsruhe, Jerman menjadi tempat fisikawan Heinrich Hertz membuktikan adanya gelombang radio pada 1880 di Karlsruhe Institute of Technology. Heinrich Herts lahir 22 Februari 1857 di Jerman.

Ia datang ke Karlsruhe pada 1885 dan menggunakan waktunya untuk membangun karya fisikawan Skotlandia James Maxwell.

BERITA TERKAIT +

Dilansir dari Why.com, Maxwell sendiri adalah profesor cerdik yang mampu merumuskan hukum propagasi gelombang elektromagnetik. Seratus tiga puluh tahun yang lalu, semua yang diketahui tentang elektromagnetik adalah teori, semuanya adalah persamaan matematis di atas kertas.

Pada saat itu ada dua ide bersaing mengenai seberapa cepat gelombang ini melaju. Satu kubu berpendapat bahwa kekuatan listrik dan magnetik segera dikirim dari satu titik ke titik lainnya.

Teori Maxwell di sisi lain meramalkan bahwa gelombang elektromagnetik disebarkan melalui ruang pada kecepatan cahaya. Sementara Hertz berangkat ke suatu tepat untuk mengetahui teori mana yang benar dan melakukannya di sebuah gedung bangunan batu tua.

Ketika Hertz sampai di Karlsruhe, pendaftaran siswa yang rendah dikarenakan keadaan ekonomi yang saat itu sedang miris. Jadi Hertz tidak memiliki banyak murid, tetapi dia memiliki banyak waktu untuk melakukan eksperimen.

Baca juga: Daftar Penemu Paling Berpengaruh di Dunia, Siapa Saja?

Hertz mencurahkan seluruh waktu dan energinya untuk merancang cara khusus dalam eksperimennya. Di satu sisi meja panjang, ia memiliki sebuah isolator yang menghasilkan arus listrik dan percikan atau pengapian.

Lalu, beberapa meter jauhnya, ia memasang gagang telefon atau antena yang terbuat dari kawat tembaga membungkuk menjadi satu lingkaran. Di ujung lingkaran terdapat tombol-tombol kecil yang dipisahkan oleh celah kecil. Ini seperti versi besar dari jenis cincin yang digunakan untuk menusuk.

Baca juga: Berawal dari Coba-Coba, Martin Cooper Ciptakan Ponsel Seluler

Hal ini ia lakukan unutk menguji apakah percikan api yang dihasilkan oleh isolator akan beralih ke antena dan menciptakan percikan di celah kecil. Saat pengapian, Hertz memperhatikan bahwa di antena tersebut dengan bantuan mikroskop untuk melihat titik dan mengamati apakah ada pengapian atau tidak.

Nyatanya berhasil, percikan yang dihasilkan pada satu sisi menyebarkan gelombang elektromagnetik yang bergerak melalui ruangan ke antena. Percikannya juga cepat terlihat saat tegangan yang dihasilkan cukup tinggi.

Hertz adalah orang pertama yang mendeteksi percikan api pada antena. Pada 1988 ia menulis sebuah makalah terkenal yang menunjukkan bahwa Maxwell benar, gelombang elektromagnetik tidak jauh lebih cepat, tetapi sebaliknya, melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya.

Dengan percobaan tersebut, Hertz telah selesai. Dalam apa yang tampaknya tidak terbayangkan oleh standar sekarang, ia tidak tertarik dengan apa yang bisa dilakukan dengan penemuannya.

Hertz kemudian mengajar di Bonn, yang di mana ia mulai mengerjakan isu-isu lain. Hertz meninggal pada 1894 akibat infeksi.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments