Terbentuknya Alam Semesta Melalui Peristiwa Ledakan 'Big Bang'

JAKARTA - Ilmuwan mencoba menjelaskan bagaimana alam semesta ini bisa terbentuk. Teori yang populer dan mampu diterima ialah terjadinya ledakan dahsyat atau yang biasa disebut dengan istilah teori Big Bang.

Dari berbagai fakta ilmiah, teori Big Bang mendapatkan persetujuan dunia ilmiah. Dalam sebuah artikel yang dimuat pada Oktober 2014, Scientific American menuliskan bahwa teori Big Bang adalah satu-satunya teori yang dapat menjelaskan asal mula alam semesta.

BERITA TERKAIT +

Buku 'Alquran vs Sains Modern Menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dan kawan-kawan menjelaskan instrumen sensitif yang disebut COBE (Cosmic Background Emission Explorer), penelitian itu mengungkapkan bahwa terdapat sisa-sisa ledakan besar alam semesta.

Bukti ilmiah adanya ledakan besar sesuai teori Big Bang telah dipaparkan oleh NASA. Pada 1989, George Smoot bersama Tim NASA meluncurkan satelit untuk meneliti asal mula alam semesta.

Melalui penelitian itu, sebagian besar ilmuwan mulai percaya teori Big Bang. Bukti lain kebenaran teori Big Bang adalah berhasil ditemukannya jumlah relatif hidrogen dan helium di alam semesta.

Hasil penelitian yang dilakukan mengungkap bahwa campuran unsur hidrogen dan helium di alam semesta sesuai perhitungan teoritis jika terjadi ledakan besar. Sebelum teori Big Bang dikemukakan, Alquran rupanya telah menjelaskan terkait terbentuknya alam semesta.

Baca juga: Ternyata! Alam Semesta Semakin Meluas Dijelaskan Alquran dan Sains

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?," isi Surah Al Anbiya Ayat 30.

Dari ayat tersebut, terlihat jelas kesesuaian antara ayat Alquran dan teori Big Bang. Persamaan keduanya tidak bisa dihindari.

Baca juga: Matahari yang Bersinar Suatu Hari Akan Padam, Benarkah?

Disebutkan bahwa kata 'ratk' dalam bahasa Arab merujuk sebagai 'suatu yang padu, bercampur, dan bersatu'. Kata itu digunakan untuk menyebut dua zat yang berbeda yang bercampur menjadi satu.

Kalimat 'kami pisahkan' merupakan terjemahan dari kata kerja bahasa Arab, yaitu 'fatk' yang berarti terjadi pemisahan dari struktur 'ratk'. Jadi menurut ayat ini, langit dan Bumi pada awalnya bersatu (ratk), kemudian dipisahkan

Alam Semesta Mengembang

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia Alexander Friedmann menemukan bahwa alam semesta mengembang. Fakta tersebut semakin ditegaskan melalui teleskop oleh Edwin Hubble, astronom Amerika yang menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak atau saling menjauh.

Peneliti juga percaya bahwa alam semesta terbentuk sekira 10 hingga 20 miliar tahun yang lalu. Alam semesta terbentuk dari energi yang sangat besar dan padat, lalu terus-menerus mengalami perluasan.

Fakta sains ini sudah diungkap sejak Alquran diturunkan sekira 14 abad lalu. Dalam salah satu surah Alquran, Allah berfirman bahwa alam semesta mengalami perluasan.

"Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya," bunyi Surah Az-Zariyat Ayat 47.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments