Tempered Glass Sudah Ada Sejak Abad Ke-17

JAKARTA - Tempered Glass sudah dikenal dalam waktu yang cukup lama. Jenis kaca ini merupakan kaca yang empat kali lebih kuat dari kaca biasanya. Tempered Glass relatif tidak berbahaya karena tidak menghasilkan pecahan yang bergerigi seperti kaca biasa.

Beberapa bukti sejarah menyatakan bahwa bentuk pertama dari tempered glass sudah ada sejak abad ke-17. Salah satu penemuan menyatakan bahwa penemu tempered Glass yang pertama adalah Frances de la Bastie, seorang ahli kimia dari Prancis yang sering bereksperimen dengan kaca.

BERITA TERKAIT +

Namun, orang pertama yang memegang hak paten dari tempered glass ini ialah Rudolf Seiden, ahli kimia dari Austria. Penggunaan tempered glass pada masa itu belum diapresiasi kekuatannya.

Namun, kini kekuatannya sudah diakui dengan banyaknya orang yang mengaplikasikan tempered Glass pada lingkungan sekitar seperti oven microwave, pelindung layar smartphone, dan lainnya.

Manfaat dari tempered Glass tidak lain untuk keamanan, mengurangi resiko cedera karena sifatnya yang membelah menjadi potongan kecil bukan pecahan tajam. Selain itu karena proses pemanasan dan penerapan bahan kimia yang baik maka memperkuat kaca.

Baca juga: Tips Mengangkat Debu yang Menempel di Screen Protector

Tempered Glass memulai proses pemanasan melalui oven tempering secara berkelanjutan. Oven memanas sampai suhu di atas 600 derajat celcius (standarnya adalah 620 derajat celcius).

Setelah itu akan mengalami prosedur pendinginan dengan tekanan tinggi yang berlangsung hanya dengan beberapa detik. Permukaan luar kaca melakukan pendinginan lebih cepat dibanding pusatnya.

Baca juga: Terkecoh, Harga Murah Redmi Note 5A di Lazada Ternyata Tempered Glass

Akibatnya, permukaan luar masuk ke kompresi yang memberikan kekuatan pada tempered Glass. Dalam ketegangan, kaca akan pecah lima kali lebih mudah daripada yang terjadi pada kompresi.

Untuk memperkuat kaca adalah campuran kimia di mana berbagai kimia menukar ion di permukaan kaca untuk menciptakan kompresi. Namun, karena metode ini memakan biaya yang lebih banyak daripada menggunakan oven maka jarang digunakan. Demikian dilansir dari Scientificamerican.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments