Teknologi Vacuum Cleaner Diciptakan Sejak Abad Ke-19

JAKARTA - Mesin penghisap debu (vacuum cleaner) pertama kali muncul di abad ke-19. Hubert Cecil Booth telah membuat perusahaan penghisap debu pertamanya di Inggris yang dikenal sebagai British Vacuum Cleaner Company.

Dilansir dari Hoover, tak lama setelah Huberts ada William Henry Hoover yang juga mengalami kesuksesan di Amerika dan ia membuat kemajuan di pasaran Inggris menyusul Booth. Penghisap debu Hoover di Inggris menjadi sangat sukses dan menjadi sesuatu yang identik tentang penghisap debu.

BERITA TERKAIT +

Pada awalnya beberapa penghisap debu di Inggris menggabungkan desain tas kain, di mana penghisap debu mengumpulkan debu tersebut di dalam tas. Begitu tas tersebut penuh, dapat dikosongkan dan dipasang kembali.

Tidak seperti penghisap debu modern di Inggris, penghisap debu tidak memiliki penyaringan yang lebih maju seperti sikat bermesin untuk menghisap debu yang lebih efektif.

Setelah beberapa dekade diperkenalkannya penghisap debu, nyatanya penghisap debu di Inggris merupakan barang mewah yang hanya dapat dibeli oleh kalangan atas. Setelah Perang Dunia II barulah menjadi barang yang umum dimiliki kalangan menengah.

Baca juga: Mikhail Kalashnikov sang Penemu AK-47 yang Menyesali Inovasinya

Meskipun Vacuum Cleaner di Inggris menjadi barang mewah sepanjang 1930-an sampai 1940-an, teknologi tersebut maju sangat luar biasa dan pada 1952 Hoover meluncurkan Constellation, penghisap debu yang dapat mengapung seperti Hovercraft. Hoover merancangnya agar bisa ditempatkan di tengah ruangan dan bisa disesuaikan pengguna.

Hampir 20 tahun setelah menjual penghisap debu di Inggirs, Hoover menghentikan produksi Constellation pada 1975. Kemajuan penghisap debu menjadi lebih efisien dan efektif, pada 1980 ada banyak penghisap debu yang tersedia di Inggris dan banyak di antaranya telah menjadi barang kolektor.

Baca juga: Daftar Penemu Paling Berpengaruh di Dunia, Siapa Saja?

Tahun 1990-an mulai diperkenalkan penghisap debu tanpa kantong pertama di Inggris. Meskipun khawatir akan ketidaksiapan konsumen terhadap harga yang lumayan mahal, nyatanya penghisap debu tanpa tas tersebut menjadi sukses dan fenomenal di Ingris.

Kini penghisap debu tanpa tas menjadi pilihan yang paling populer di Inggris daripada cylinder vacuum cleaners, karena sikat berputar yang kuat membantu mengangkat debu dari karpet dengan efektif. Sedangkan permintaan untuk cylinder vacuum cleaner meningkat karena inovasi desain yang dapat menyamai kinerja vacuum cleaners tanpa tas.

Di masa depan, diharapkan penghisap debu di Inggris dapat menghemat energi. Regulasi EU yang membatasi konsumsi energi dan vacuum cleaners mulai berlaku pada 2014 dan hal ini memicu peluncuran vacuum cleaners yang memiliki rendah energi namun desain yang canggih dan kinerja yang baik.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments