Rumah Pintar (Bukan) Pepesan Kosong

Roma - "Entah sudah berapa kali saya mendengar orang-orang bicara soal IoT (Internet of Things), sejak beberapa tahun lalu. Namun sayangnya masih seperti film science fiction," sindir Sunggy Koo, Vice President Smart Appliances & Home IoT Samsung Electronics.

Sindiran Sunggy tentu bukan tanpa sebab. Ia berbicara demikian lantaran gemas dengan pembahasan IoT yang cuma sebatas diskusi.

Maunya dia, kecanggihan IoT benar-benar diimplementasikan, tak sebatas angan-angan. Dan pengguna pun benar-benar mencobanya dalam kehidupan sehari-hari. Sebab tujuan dari temuan baru dalam perkembangan teknologi ini bermuara terhadap bagaimana memudahkan hidup manusia.

Samsung sendiri tak ingin disebut pepesan kosong dalam percaturan IoT. Dengan berbasis teknologi ini, sang vendor asal Korea Selatan coba memberi gambarkan kondisi riil implementasi IoT dalam sebuah skema smart home.

(Bukan) Pepesan Kosong Rumah PintarFoto: Ardhi Suryadhi/detikINET

Dimana di dalam rumah pintar ini, otomatisasi bukan lagi menjadi poin kunci, melainkan juga menghubungkan (connected) berbagai perangkat rumah tangga sehingga bisa berkomunikasi satu sama lain.

Dalam demo yang ditampilkan di ruangan khusus yang dibangun di Samsung Forum 2018 yang berlangsung di Roma, Italia, terlihat kondisi rumah masa depan yang didesain dengan gaya futuristik. Selain model trendi, semua perangkat di rumah itu sudah saling terhubung dan dapat diperintah dengan asisten digital Bixby Samsung.

Misalkan ketika di dalam rumah, pria tersebut hanya tinggal berbicara dengan lantang, "Hey Bixby, bagaimana cuaca Roma hari ini?" dengan menggunakan bahasa Inggris. Dan sesaat kemudian Bixby mengeluarkan suara jawabannya sekaligus menampilkan kondisi detail cuaca Roma pada layar TV.

Adegan lainnya si pemilik rumah kemudian beralih ke dapur untuk memasak, namun sayangnya ia baru tersadar kehabisan bahan makanan. Dan sekali lagi, ia hanya tinggal memerintah Bixby, "Hey Bixby, masukkan 1 pon daging ham dalam daftar belanjaanku".

Kemudian Bixby pun meresponsnya sembari mencatat tambahan daftar belanjaan tersebut di layar kulkas yang berada di dapur. Daftar belanjaan itu nantinya bisa diakes via ponsel pengguna ketika sedang berada di supermarket.

Adegan lain yang dilakukan sang aktor — pemilik rumah masa depan ini — adalah menyalakan/mematikan lampu, memutar lagu favorit, menyalakan TV, menyalakan oven hingga mengecek dan memasukkan jadwal kegiatan. Dimana semuanya itu cukup dilakukan perintah suara, 'Hey Bixby,…'.

(Bukan) Pepesan Kosong Rumah PintarFoto: Ardhi Suryadhi/detikINET

Simplicity vs Complexity

Sunggy melanjutkan, implementasi IoT yang ingin dibangun Samsung menganut konsep simplicity. Jadi bukan mentang-mentang canggih, sehingga harus terlihat rumit (complexity).

"Sebab hal rumit inilah yang juga membuat pengguna awal solusi rumah pintar menjadi lambat pertumbuhannya. Karena orang butuh waktu lebih lama serta effort untuk menggunakannya," imbuhnya.

Kemudahan ini juga dipegang teguh pada teknologi SmartThings IoT Samsung yang saat ini sudah dijajakan di pasaran. Baik untuk perangkat smart TV, kulkas, hingga mesin cuci.

"Anda tak perlu gelar Ph.D untuk mensetting perangkat secanggih ini," ujar Simon Sim, Head of TV & AV Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania di panggung Samsung Forum 2018 yang berlokasi di Palazzo dei Congressi, Roma, Italia.

Jo Semidang, Corporate Marketing Director Samsung Electronics Indonesia menambahkan, pada kulkas generasi terbarunya, Samsung pun sudah menerapkan inovasi IoT yang tidak rumit.

(Bukan) Pepesan Kosong Rumah PintarFoto: Ardhi Suryadhi/detikINET

Alat rumah tangga dengan berbasis platform Tizen itu dibekali dengan kamera di bagian dalamnya. Sehingga ketika ke supermarket untuk belanja bisa langsung melihat bahan makanan apa saja yang sudah habis sehingga perlu dibeli lagi.

Kulkas ini pun bisa menunjukkan masa kadaluarsa dari setiap makanan yang ada di dalamnya serta memberikan rekomendasi resep masakan berdasarkan bahan makanan yang tersedia.

"Tahun lalu dibekali fitur Family 2.0, sekarang sudah 3.0. Bedanya connectivity ke IoT, SmartThings benar-benar sudah terintegrasi ke mobile dan Bixby. Misalnya add item. Memang perlu waktu, pertama dikeluarin orang masih malas untuk masukin data-data. Sekarang sudah benar-benar seperti sistem storage, first in first out," papar Jo.

Dari kulkas pun pengguna bisa menjalankan mesin cuci dengan sekali tekan tombol karena sudah terhubung satu sama lain. Teknologi lain dari mesin cuci generasi terbaru Samsung adalah fitur Q Drive-nya yang juga bisa bergerak maju mundur, selain dibanting. Hal ini membuat waktu penyucian diklaim berkurang 50%.

(Bukan) Pepesan Kosong Rumah PintarFoto: Ardhi Suryadhi/detikINET

Namun apakah ini relevan untuk pasar Indonesia? Pasalnya, banyak yang masih mencuci pakai tangan serta juga sudah bergantung dengan asisten rumah tangga (ART).

"Tapi ini ada fenomena menarik, dimana semakin banyak masyarakat yang tinggal di apartemen mereka lebih mandiri, termasuk untuk urusan mencuci baju sendiri. Karena lebih gampang dan simple. Kan naruh pembantu di apartemen yang space-nya kecil itu memakan tempat. Jadi dari tren itu ada peluang buat mesin cuci canggih," tegas Jo. (rns/rns)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments