Qualcomm Perkenalkan Referensi Baru Desain VR

JAKARTA - Di tengah pengumuman produk dan fitur baru, Qualcomm memperkenalkan referensi baru untuk desain VR berdasarkan chipset Snapdragon 845.

Dilansir dari Phone Arena, hal utama dari platform VR baru tersebut menawarkan latensi rendah, frame rate tinggi, dan kinerja pelacak bagian kepala yang mulus, kata Qualcomm.

BERITA TERKAIT +

Salah satu fitur platform yang dinilai menarik adalah fungsi baru yang dinamakan Adreno Foveation, yang mampu melacak mata pengguna dan mengonsentrasikan sumber grafis tertinggi ke area yang sama untuk memberikan grafis terbaik dan paling tajam.

Tidak hanya itu, platform ini juga memperkenalkan Roomscale, yang melacak tubuh pengguna, selain ruangan tempat pengguna berada, sehingga memungkinkan pengguna untuk menikmati pengalaman dunia maya tanpa khawatir tersandung barang di sekitar.

Qualcomm mengatakan bahwa fungsi seperti ini merupakan yang pertama yang hadir di perangkat VR mandiri.

Dari segi performa, platform tersebut membawa kinerja grafis yang disebut 30 persen lebih cepat dan 30 persen lebih hemat daya daripada pendahulunya yang berbasis Snapdragon 835.

Qualcomm sebelumnya dilaporkan, perusahaan mendorong pertumbuhan smartphone 4G. Seperti diketahui, pertumbuhan smartphone 4G di Indonesia masih menjadi perhatian sejumlah pihak.

Pasalnya, pengguna ponsel 2G di Indonesia masih banyak. Ini membuat Qualcomm menyiapkan smartphone 4G dengan harga terjangkau. Bekerjasama dengan PT TSM, Qualcomm miliki tujuan untuk mendorong migrasi pengguna ponsel pintar di Indonesia dari 2G menuju 4G.

Baca juga: Chipset Qualcomm Rentan Terserang Bug Meltdown dan Spectre

Director Qualcomm Indonesia, Shannedy Ong, mengatakan, ponsel murah tersebut sudah tersedia beserta teknologi yang melengkapinya. Namun ia belum dapat memastikan kapan ponsel tersebut dirilis ke pasaran. Shannedy Ong menyebut penjualan ponsel itu bergantung pada operator yang ada di Indonesia.

Baca juga: Dorong Pertumbuhan Smartphone 4G, Qualcomm Siapkan Ponsel Rp500 Ribuan

"Dari sisi teknologi sudah ada, produk sudah available. Sekarang tergantung operator Indonesia apakah mau bawa produk untuk migrasi pelanggan 2G ke 4G," kata Shennedy Ong.

Tak hanya mendukung jaringan 4G, ponsel Android murah ini juga akan menyertakan aplikasi Facebook dan WhatsApp sebagai aplikasi yang banyak digunakan pengguna smartphone. Dapur pacunya akan disokong dengan chipset Qualcomm Snapdragon.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments