Penjualan iPhone X Melambat, Samsung Merugi?

JAKARTA – iPhone X belakangan dikabarkan produksinya akan dipangkas seiring dengan permintaan yang terus menurun. Hal ini tentunya berimbas pada Samsung yang menjadi pemasok utama layar OLED pada iPhone X.

Alhasil tak hanya Apple, Samsung pun akan menuai kerugian akibat permintaan iPhone X yang rendah. Asian Review melaporkan, Samsung tengah mencari pembeli baru untuk sisa pasokan yang sebelumnya ditujukan untuk iPhone X.

BERITA TERKAIT +

Baca: Penjualan Memburuk, Apple Pangkas Produksi iPhone X?

Samsung meningkatkan produksi panle OLED untuk memenuhi permintaan yang diharapkan Apple. Namun pernjualan iPhone X yang lambat telah membuat Samsung kelebihan panel OLED.

Samsung tampak berharap vendor smartphone lainnya akan beralih ke layar OLED. Sayangnya, banyak vendor yang lebih memilih untuk menggunakan display LCD yang harganya lebih terjangkau.

Sebagaimana diketahui, banyak vendor China yang fokus pada pasar mid-range, dan sedikit dari vendor tersebut yang berniat menggunakan display OLED. Smartphone besutan Oppo dan Vivo saja hanya sekira 5-10% yang mengadopsi layar OLED.

Yang menjadi pertimbangan penting berbagai vendor yakni biaya. Panel OLED bisa menghabiskan biaya rata-rata 40% lebih banyak ketimbang LCD. Pasar smartphone mid-rang sendiri bersaing ketat dengan sebuah harga, sehingga banyak vendor memanfaatkan panel layar yang lebih murah.

Display OLED yang mahal juga menimbulkan masalah bagi divisi smartphone Samsung. Oleh karenanya, tak semua smartphone Samsung mengusung layar OLED.

IHS Market, sebuah firma riset Inggris mencatat bahwa penggunaan panel OLED di Samsung menurun pada 2017. Nasib buruk juga kemungkinan harus dihadapi Samsung dimana dominasinya untuk layar OLED akan segera berakhir.

Baca juga: Samsung Tarik Update Android Oreo untuk Galaxy S8 dan S8+, Kenapa?

Samsung saat ini menguasai 95% pasar OLED, namun akan berubah seiring berjalannya waktu. LG Display tengah mempersiapkan untuk meningkatkan produksi display OLED sendiri.

Beberapa perusahaan China juga diketahui akan menempuh langkah yang sama seperti BOE Technology Group dan Tianma Micro-electronics. Demikian seperti dilansir Digigtal Trends, Senin (19/2/2018). (lnm).

(kem)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments