Penampakan Lingkaran Merah Jupiter Hilang 20 Tahun Lagi?

JAKARTA - Objek Great Red Spot atau objek lingkaran merah Jupiter kabarnya dapat menghilang dalam 20 tahun ke depan. Hal ini merupakan pendapat dari seorang peneliti Jet Propulsion Laboratoy NASA di California.

Dilansir dari Space.com, badai besar yang lebih besar dari Bumi pertama kali terlihat di tahun 1830 dan pengamatan pada 1600-an juga mengungkapkan sebuah titik raksasa di permukaan Jupiter. Ini mungkin merupakan sistem badai yang sama. Hal ini menunjukkan Great Red Spot Jupiter telah berkecamuk selama berabad-abad.

BERITA TERKAIT +

Dalam cerita baru-baru ini, Business Insider berbicara dengan Glenn Orton seorang anggota tim misi Juno pimpinan dan ilmuwan planet di Jet Propulsion Laboratory NASA. Orton mengatakan bahwa pusaran badai telah mempertahankan kekuatannya karena aliran jet 483-640 km/jam tidak akan berlangsung selamanya.

Selain itu, menurutnya Great Red Spot sebenarnya telah menyusut dalam waktu yang cukup lama. Great Red Spot dalam satu atau dua dekade akan berubah menjadi Great Red Circle, bahkan suatu saat akan berubah juga menjadi Great Red Memory.

Baca juga: 4 Fenomena Alam yang Akan Membuat Anda Menahan Napas

Pada akhir 1800-n, badai tersebut kemungkinan akan selebar 30 derajat garis bujur. Ini akan bekerja sampai lebih dari 35.000 mil, empat kali diameter Bumi. Ketika pesawat ruang angkasa bertenaga nuklir, Voyager 2 yang terbang oleh Jupiter pada 1979, badai tersebut telah menyusut dua kali lebih lebar dari Bumi.

Baca juga: Mengapa Planet-Planet Tak Bertabrakan di Sistem Tata Surya

Data menunjukkan bahwa tempat berwarna merah di Jupiter masih terjadi penyusutan. Pada 3 April 2017, Great Red Spot membentang lebar 16.350 kilometer, kurang dari 1,3 kali diameter Bumi.

Badai terpanjang di Bumi berlangsung selama 31 hari, sedangkan Jupiter dapat mempertahankan badai lebih lama karena planet tersebut memiliki puluhan ribu mil dari atmosfer, dan berputar lebih cepat dari Bumi.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments