Online Asing Ancam Kedaulatan Ekonomi Indonesia

JAKARTA – Era digital membuat semua aktivitas hingga transaksi menjadi semakin mudah. Namun regulasi yang mengatur aktivitas tersebut masih belum rampung hingga saat ini.

Doni Ismanto, founder Indo Telko Forum menilai bahwa regulasi sangat diperlukan di di era digital. Pasalnya, pemain asing di industri digital Tanah Air dinilai mengancam kedaulatan ekonomi digital di Indonesia.

BERITA TERKAIT +

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah merilis surat edaran (SE) terkait kewajiban over the top (OTT) asing jika ingin beroperasi di Indonesia. SE tersebut mencakup penapisan, konten lokal hingga data center.

Kini Kominfo juga tengah menyusun Rancangan Peraturan Menteri (RPM) terkait OTT. Namun hingga saat ini, RPM yang telah dibahas bertahun-tahun tersebut belum juga diresmikan.

Menurut Doni, belum adanya regulasi terkait OTT asing dalam sebuah RPM akan membuat pemain asing semakin melenggang di industri digital Indonesia. Ia mencontohkan hadirnya berbagai konten yang tidak pantas dalam sebuah aplikasi LGBT yang beredar di toko aplikasi.

“Kalau kita nggak ada regulasi, nanti hal-hal kaya gini gimana. Makanya saya bilang RPM OTT itu terlepas apapun masalahnya sekarang yuk dibuka kita bahas, minimal ada pegangan, jadi yang lokal-lokal ini happy juga,” ujar Doni dalam talkshow Polemik di radio MNC Trijaya FM, Sabtu (3/2/2018).

Menanggapi hal tersebut Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani mengatakan bahwa RPM OTT atau yang disebut Kominfo PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik) akan segera dilakukan uji publik. Peraturan tersebut nantinya akan mengatur semua pelaku yang beroperasi di Indonesia dimana mereka menyediakan layanan transaksi dalam platform-nya.

“KIta akan segera uji publikan versi Aptika. Semua akan diatur yang mewajibkan semua yang melakukan transaksi di Indonesia harus terdaftar sistemnya. Semua yang mau memberikan layanannya di Indonesia harus terdaftar. Itu yg lagi kita siapkan. Nanti kita atur termasuk game harus didaftarkan,” terang Semuel dalam kesempatan yang sama.

(kem)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments