Mengapa Bentuk Mata Orang Asia dan Kaukasia Berbeda?

JAKARTA - Mata orang Asia yang khas disebabkan oleh berbagai hal, termasuk tulang pipi di bawah mata, lipatan epicanthic yang relatif besar, kelancaran yang disebabkan oleh lemak di sekitar rongga mata, serta tulang hidung yang rata.

Dilansir dari Quora, tidak semua orang memiliki semua ciri tersebut, namun cenderung saling memperkuat secara visual sehingga menyebabkan efek khas. Secara teori, efek ini disebabkan oleh kombinasi antar benua.

BERITA TERKAIT +

Nenek moyang bangsa Asia (orang-orang yang tinggal di Asia Timur) berimigrasi pada masa prasejarah dari suatu tempat di sekitar Asia Tengah atau Siberia ke lokasi mereka saat ini. Daerah tersebut adalah tempat di Bumi yang merupakan daerah pedalaman terjauh yang mengakibatkan terjadi perubahan suhu musiman yang besar.

Jika dampak lingkungan adalah suatu hal yang penting, bergerak ke arah tenggara akan mengakibatkan orang Asia kehilangan ciri khasnya, di mana beradaptasi terhadap lingkungan beriklim sedang. Ketika orang Asia mencapai wilayah yang beriklim sedang, ia mampu membuat populasi yang lebih besar dengan menghilangkan seleksi lingkungan dan menekankan pemilihan sosial.

Salah satu metode penting seleksi sosial adalah seleksi seksual yang artinya orang yang manis lebih diinginkan yang cenderung akan meneruskan gen mereka. Jadi dapat dikatakan bahwa sesuatu yang muncul sebagai adaptasi terhadap iklim mungkin terlewatkan melalui seleksi seksual.

Baca juga: Tahukah Anda, Seberapa Panas Suhu Kerak Bumi?

Jika dibandingkan dengan orang Kaukasia dengan mayoritas penduduk di negara-negara Timur Tengah, Anatolia, Afrika Utara, India, Eropa, Rusia, dan bekas koloni Eropa memiliki kesamaan termasuk fitur wajah. Artinya orang Kaukasia tidak mewakili keadaan asli yang tidak berubah.

Baca juga: Tahukah Anda Apakah Fungsi Lekukan di Atas Bibir?

Mata orang Asia Timur terlihat sangat berbeda saat dibandingkan dengan orang Kaukasia. Jadi ketika seseorang menggambarkan mata orang Asia dan mata orang Kaukasia seringkali dikatakan mirip seperti nenek moyang prasejarah yang berasal dari daerah kontinental (seperti di tengah benua Asia).

Sebagai contoh, Afrika Selatan relatif kontinental karena penduduknya tinggal dan beradaptasi dengan lokasi yang cukup jauh dengan khatulistiwa dan di mana garis pantainya relatif tenang. Sementara orang-orang Melanesia dan Aborigin Australia yang berimigrasi ke lokasi Asia Tenggara memiliki mata yang terlihat lebih Kaukasia.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments