Menebak Nasib Starman dan Tesla Roadster di Luar Angkasa

Jakarta - Tesla Roadster masih mengarungi megahnya luar angkasa, sejak pertama kali diluncurkan Selasa (6/2), menggunakan roket Falcon Heavy. Butuh waktu berapa lama bagi Starman 'mengemudikan' mobil sport tersebut sampai Mars?

Starman yang merupakan dummy astronot, ditempatkan di jok mobil Tesla Roadster. Keduanya seakan menjadi ikon keberhasilan uji coba Falcon Heavy.

Mulanya, SpaceX ingin mengirim mereka ke Mars. Namun belakangan, CEO SpaceX Elon Musk mengubah haluan Starman bersama Tesla Roadster melewati rute lebih jauh lagi, yaitu sabuk asteroid yang jaraknya kurang lebih 2,5 kali jarak antara Bumi dan Matahari.

Meski demikian, para ahli astronomi menyangsikan hal itu. Salah satu yang meragukannya adalah Jonathan McDowell dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

"Elon masih berbicara tentang Starman yang pergi ke sabuk asteroid. Tapi, saya belum yakin," kata McDowell dalam cuitannya. "(Menuju) orbit asteorid merupakan sebuah kesalahan," ungkapnya dikutip dari Space, Senin (12/2/2018).

Dia kemudian menjelaskan kesalahan tersebut, karena SpaceX menggunakan parameter orbital yang disebut C3, ukuran kecepatan yang dibutuhkan untuk melepaskan diri dari gravitasi Bumi.

McDowell lantas menghitung bahwa Tesla Roadster yang dikemudikan Starman akan menjelajah Mars pada jarak aman sekitar 70 juta mil atau 110 juta kilometer. Dan, yang paling dekat dengan Mars pada bulan Oktober 2020 dengan jarak 4,4 juta mil atau tujuh juta kilometer.

"Dan, ini masih jauh dari luar lingkungan gravitasi Mars," sebutnya.

Alih-alih dapat ke sabuk asteroid, Starman seakan-akan malah mengarahkan Tesla Roadster mengorbit Matahari. McDowell menyebutkan bahwa keduanya berada pada jarak terdekat dengan Bumi lagi pada Maret 2021 dengan jarak 45 juta kilometer.

"Starman akan kesepian untuk waktu yang lama," ucap McDowell. (rns/rns)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments