Kisah Elias Howe sang Penemu Mesin Jahit Sejak 1946

JAKARTA - Elias Howe, seseorang yang menemukan dan mematenkan mesin jahit modern di Amerika. Inovasi dari Howe sudah dipatenkan sejak 1946, ia bertahun-tahun menghabiskan waktunya untuk mengembangkan mesin dan mengajukan hak atas teknologi yang ia buat.

Dilansir dari Your Dictionary, Howe lahir di Spencer, Mass tempat ayahnya mengoperasikan grissmil dan sawmill. Pada 1835 Elias kerja di Lowel, tempat produsen mesin kapas dan dua tahun kemudian ia bekerja sebentar di Cambridge, lalu ke Boston untuk bekerja di pembuatan jam tangan dan alat ilmiah.

BERITA TERKAIT +

Saat bekerja di toko tersebut, Howe mendengar pemiliknya membahas mengenai kebutuhan dan masalah dalam pembuatan mesin jahit. Pada 1844 Howe keluar dari pekerjaannya dan mulai bekeja paruh waktu untuk mendapatkan modal.

Kemudian, ia mencoba membuat mesin jahit dengan bantuan finansial dari ayahnya. Howe berhasil membuat mesin jahit yang dapat digunakan pada April 1845 dan pada September 1846 ia mendapatkan paten untuk mesin jahit keduanya.

Baca juga: Mikhail Kalashnikov sang Penemu AK-47 yang Menyesali Inovasinya

Kunci dari keberhasilannya adalah menempatkan jarum dekat titik bukan di ujung yang berlawanan seperti biasa. Howe mengirim saudaranya ke Inggris untuk menjual mesin ketiganya kepada produsen korset, payung, dan sepatu.

Para pemilik pabrik melihat adanya kemungkinan jika mesin jahit dapat menjahit kulit untuk sepatu maka akan dibeli. Saudaranya meminta Howe datang ke Inggris untuk mengatasi masalah tersebut.

Baca juga: Daftar Penemu Paling Berpengaruh di Dunia, Siapa Saja?

Sekembalinya Howe dari Inggris, ia memukan beberapa produsen yang sedang berkembang di pasar Amerika untuk mesin jahit. Hal tersebut membuat Howe merasa ini telah melanggar hak patennya.

Akhirnya dalam sebuah tuntutan hukum yang berlangsung dari tahun 1849-1854 Howe memperoleh biaya lisensi untuk setiap mesin yang diproduksi oleh para pesaingnya. Howe menerima royalti sebesar 4.000 dolar per Minggu.

Kekayaan Howe hanyalah satu dari keberhasilan mesin jahit. Di 1850-an mesin jahit menjadi perdagangan utama dan di 1860 sekira 110.000 mesin jahit diproduksi.

Pada akhirnya terjadi kenaikan jumlah pakaian siap pakai dan mesin jahit juga diaplikasikan dalam pembuatan sepatu.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments