Ini Strategi Honor Gempur Pasar Smartphone Indonesia

Jakarta - Honor telah memberikan bocoran ketiga jagoan smartphone yang akan diperkenalkannya pada kuartal pertama tahun ini. Agar laku di pasaran, perusahaan tersebut mengungkap strateginya.

Diungkap oleh Presiden Honor Indonesia James Yang, Honor akan mengutamakan pada produk kompetitif bagi anak muda, menjaga kualitas, serta menyederhanakan rantai distribusi ke pasaran.

"Pertama, kami membawa produk yang berkualitas untuk pengguna dengan harga yang terjangkau. Kedua, bermitra dengan partner kami dan perlu menyederhanakan saluran distribusi baik dari distributor maupun ke toko-toko. Ketiga fokus kepada target konsumen anak muda," ujarnya di Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Sementara itu, alasan Honor menjajal bisnis di Indonesia dikarenakan banyaknya generasi muda sebagai target pemasaran perusahaan. Hal ini pula yang membedakannya dengan sang induk perusahaan, Huawei.

Sebagai informasi, Honor bisa dibilang merupakan anak perusahaan dari Huawei. Pemisahaan sub-brand ini telah dilakukan di China sejak tiga tahun lalu.

Namun untuk penjualan dan produk di Indonesia, Honor mengatakan tak berafiliasi dengan induk perusahaannya, dan malah menggandeng PT Icool International Indonesia sebagai distributor resmi dan layanan purnajual.

"Kami punya perbedaan channel partner yang bekerjasama dengan PT Icool dan produk kami juga berbeda. Targetnya lebih banyak kepada generasi muda di Indonesia," imbuh James.

Honor akan melakukan penjualan baik secara offline maupun online dengan menggandeng beberapa toko e-commerce di Tanah Air. Total, ada delapan produk yang akan diluncurkan hingga akhir tahun ini.

Honor mengungkap tiga produknya akan diluncurkan pada kuartal pertama di tahun 2018. Dari delapan smartphone tersebut, Honor hanya akan meluncurkan satu produk flagship, yakni Honor View 10 bersamaan dengan Honor 9 Lite dan Honor 7X.

Keseriusan Honor berjualan di Tanah Air, ditandai dengan upaya pemenuhan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) melalui perusahaan manufaktur asal Indonesia. Namun sayangnya, James tak mengungkap perusahaan yang dimaksud. (agt/rou)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments