Indosat Ooredoo Selesaikan Penataan Ulang Pita Frekuensi 2,1 GHz

JAKARTA - Indosat Ooredoo mengumumkan penyelesaian penataan ulang pita frekuensi radio 2.1 GHz lebih cepat dari yang dijadwalkan oleh pemerintah. Ini sebagai upaya meningkatkan penetrasi broadband dan mendukung visi ekonomi digital Indonesia pada 2020.

Melalui keterangan resmi yang diterima Okezone, kluster Jakarta-1 dan Jawa Tengah-3 yang merupakan kluster terakhir penataan ulang pita frekuensi, berhasil diselesaikan pada Senin malam, 12 Februari 2018.

BERITA TERKAIT +

Penyelesaian penataan ulang pita frekuensi ini disaksikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Balai Monitor (Balmon) Spektrum Frekuensi Indonesia dan Chief of Technology and Information Officer Ooredoo Group, Ahmad Abdulaziz Al Neama.

Indosat Ooredoo berhasil mempercepat proyek penataan ulang frekuensi ini dan menyelesaikan lebih cepat dari jadwal yang ditargetkan oleh Kementerian Kominfo pada 1 Maret 2018. Indosat Ooredoo menjadi operator pertama yang mengawali proses penataan ulang frekuensi yang dimulai pada 21 November 2017.

“Indosat Ooredoo berkomitmen untuk mempercepat proses penataan ulang pita frekuensi radio 2.1 GHz sebagai bagian dari komitmen kami untuk memenuhi kewajiban regulasi, menyukseskan program pemerintah serta mempercepat pemanfaatan pita frekuensi radio bagi masyarakat dan pelanggan, mengingat pita frekuensi radio ini sumber daya terbatas yang harus dioptimalkan pemanfaatannya," kata Dejan Kastelic, Chief Technology and Information Officer Indosat Ooredoo.

Pihaknya berharap inisiatif percepatan yang telah diupayakan ini akan mendorong percepatan penataan pita frekuensi radio 2.1 GHz secara keseluruhan.

Baca juga: Indosat Ooredoo Bangun 17 BTS Baru Dorong Potensi Ekonomi

Dejan menambahkan bahwa proyek penataan ulang frekuensi ini akan memberikan manfaat bagi bangsa secara keseluruhan, tidak hanya memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pelanggan selular, namun juga memberikan dampak sosial ekonomi yang besar.

“Penataan ulang pita frekuensi akan menstimulasi penetrasi broadband di Indonesia, yang akan berdampak pada peningkatan GDP nasional, kesejahteraan masyarakat yang lebih baik karena memberikan mereka akses informasi dan akses pasar melalui teknologi. Inilah inti dari bagaimana sektor telekomunikasi bisa meningkatkan sosial ekonomi sebuah negara,” tambahnya.

Baca juga: Trafik Data Indosat Ooredoo Alami Peningkatan 14,24%

Percepatan proyek ini juga akan mempercepat proses penataan ulang pita frekuensi secara nasional dan akan membantu para operator untuk dapat meningkatkan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggannya. Proyek penataan ulang pita frekuensi ini terbagi menjadi 24 kluster secara nasional dan dilaksanakan secara bertahap oleh operator dengan target selesai pada 25 April 2018.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments