Ilmuwan Ciptakan Bentuk Cahaya Baru, Seperti Apa?

JAKARTA - Para ilmuwan telah berhasil membuat partikel dasar yang berinteraksi cukup baik satu sama lain untuk menghasilkan bentuk cahaya baru secara efektif. Persoalan mengenai partikel dasar baru ini memiliki karakteristik yang berbeda dari partikel cahaya biasanya.

Dilansir dari TechTimes, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Journal Science, Vladan Vuletic dari Massachusetts Institute of Technology dan rekannya melaporkan bahwa tiga partikel dasar berinteraksi dan pada dasarnya saling menempel membentuk jenis partikel dasar baru.

BERITA TERKAIT +

Para periset juga mengatakan, penemuan dari suatu bentuk cahaya baru ini digunakan untuk melakukan perhitungan kuantum yang kompleks dan cepat. Bahkan ini akan membuka jalan untuk menciptakan kehidupan nyata Star Wars Lightsabers.

Berbeda dari cahaya normal, bentuk cahaya baru yang diciptakan para periset dapat diilustrasikan oleh senjata fiksi yang digunakan di alam semesta Star Wars. Partikel dasar dari sinar lightsabers akan bertabrakan satu sama lain, sementara partikel dasar dari dua sinar cahaya normal dari senter sebaliknya akan melewati satu sama lain.

Dalam percobaan, para periset mengamati bahwa ketika sinar laser yang sangat lemah melewati awan tebal atom Rubidium. Foton keluar terikat secara berpasangan atau dalam 3 kelompok sebagai gantinya foton keluar secara acak.

Partikel yang keluar seperti beberapa bentuk lightsaber seukuran atom. Hasilnya menunjukkan beberapa jenis interaksi yang terjadi di antara partikel.

Foton normal tidak memiliki massa dan perjalanan dengan kecepatan 300.000 kilometer per detik. Namun, para periset menemukan bahwa foton terikat memiliki beberapa massa, setara dengan sebagian kecil electron. Selain itu foton normal juga relatif lamban dan menempuh 100.000 kali lebih lambat dari kecepatan cahaya.

Baca juga: Mikhail Kalashnikov sang Penemu AK-47 yang Menyesali Inovasinya

Periset juga mengatakan bahwa foton tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan perhitungan kuantum. Jika foton dapat saling mempengaruhi satu sama lain maka dapat digunakan untuk mendistribusikan informasi kuantum dengan cara yang menarik dan berguna.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments