Go-Jek Disuntik Triliunan, Menkominfo: Bisa Kuasai ASEAN

Jakarta - Pesona Go-Jek terus memikat para investor dalam beberapa waktu terakhir ini. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara pun mulai berharap bahwa Go-Jek tak lagi jago kandang.

Pada hari ini, PT Astra Internasional Tbk (ASII) mengumumkan investasi kepada Go-Jek sebesar USD 150 atau setara dengan Rp 2,025 triliun (kurs Rp 13.500).

Sebelumnya, bulan lalu Alphabet yang merupakan induk perusahaan Google mengakui terlibat dalam pendanaan terhadap penyedia layanan transportasi online ini. Bersama Temasek Holdings, KKR & Co (KKR.N), Waburg Pincus LLC, dan platform online China Meituan-Dianping menyuntik dana sebesar USD 1,2 miliar atau Rp 16 Triliun.

Melihat rentetan investasi kepada Go-Jek, khususnya yang terakhir dengan Astra, Menkominfo mengatakan langkah tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan baru yang lebih luas.

"Kerja sama Astra dengan Go-Jek, Astra sebagai investor, membuka potensi lapangan pekerjaan lebih luas karana Go-Jek punya driver dan merchant, Astra punya puluhan ribu pekerja," ujar Rudiantara.

Lebih lanjut lagi, kata Rudiantara, suntikan dana segar kepada salah satu starup unicorn yang dipimpin Nadiem Makarim itu dapat menjadi pendorong untuk melebarkan sayap bisnis dan layanannya hingga ke negara tetangga.

"Dengan masuknya Astra ke Go-Jek, saya berharap Go-Jek tidak hanya jadi yang terbesar di Indonesia tetapi juga masuk ke negara-negara asing, setidaknya kawasan regional sehingga jadi yang terbesar di ASEAN," tutur pria yang akrab disapa Chief RA ini. (agt/fyk)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments