200 Juta SIM Card di Indonesia Sudah Registrasi Ulang

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan jumlah SIM card prabayar yang telah diregistrasi mencapai 200 juta. Saat registrasi, nomor seluler harus divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK).

Jumlah nomor seluler yang terdaftar ini terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu sejak dibuka program registrasi. Sejauh ini ada 360 juta kartu SIM yang beredar di seluruh Indonesia dan 200 juta di antaranya sudah teregistrasi.

"Sekarang jumlah registrasi sudah lebih dari 200 juta. Terakhir pada pukul 13.22 WIB ada 200.222.159 yang sudah terdaftar," ujar Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli, Jumat (9/2/2018).

Seperti diketahui, registrasi SIM card prabayar ini merupakan upaya pemerintah dalam menata data kependudukan menuju single identity number.

Apabila mengalami kegagalan dalam proses registrasi. Kominfo menyarankan agar pelanggan seluler untuk menghubungi Dinas Kendudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat. Berikut caranya seperti dihimpun oleh Kominfo:

1. Pelanggan harus memastikan bahwa data identitas diri yang tertera di Kartu Keluarga dan KTP-el sesuai dengan data pada Ditjen Dukcapil.

2. Jika NIK dan nomor KK tidak sesuai database kependudukan Ditjen Dukcapil, pelanggan bisa menghubungi: call center dukcapil, email, akun media sosial.

Wuih! 200 Juta SIM Card Sudah Registrasi PrabayarFoto: kominfo

Ada berbagai cara melakukan registrasi prabayar bagi pelanggan lama dan baru ini. Masyarakat bisa melakukannya sendiri dengan cara mengirim SMS ke 4444 sesuai dengan format masing-masing operator seluler. Selain itu, bisa melalui website dan call center operator.

Pelanggan juga dapat melakukan registrasi dengan mendatangi gerai masing-masing operator seluler. Persyaratannya sama, menyertakan informasi NIK dan KK, tidak perlu mengungkapkan nama ibu kandung yang dinilai riskan untuk dibeberkan.

Poses registrasi pelanggan seluler prabayar ini akan berlaku pada 31 Oktober 2017 dan paling lambat pada 28 Februari 2018. Apabila tidak dilakukan, maka kartu SIM pelanggan tidak akan menikmati lagi layanan telekomunikasi, mulai dari telepon, SMS, hingga internetan. (agt/rou)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments