Tuai Kontroversi, Bagaimana Nasib Star Wars Battlefront 2?

Jakarta - Di awal kemunculannya, game Star Wars Battlefront 2 sempat memicu kontroversi terkait sistem mikrotransaksi yang ditawarkannya. Meski demikian, kontroversi atau isu tersebut tampaknya tidak memberikan dampak besar terhadap penjualan.

Hal ini diketahui dari sebuah daftar yang dirilis di halaman blog Sony PlayStation Amerika Utara dan Eropa. Di dalam blog PlayStation Eropa misalnya, Star Wars Battlefront 2 menjadi game dengan penjualan nomor wahid per tanggal 4 Desember 2017.

Sementara di laman blog PlayStation Amerika Utara, game tersebut berada di urutan nomor tiga sebagai game dengan penjualan terbaik. Karenanya terlepas dari kritik dan kontroversi, game ini mampu terjual sesuai harapan.

Sepertinya penjualan yang tinggi di bulan Desember dikarenakan bersamaan dengan rilisnya film The Last Jedi. Hype ini pun nyatanya sanggup membendung segala boikot yang terjadi, termasuk di situs Reddit sekalipun.

Adapun kontroversi yang terjadi dalam game Star Wars Battlefront 2 adalah mekanisme loot box yang dianggap keterlaluan. Banyak yang menilai jika loot box dalam game besutan Electronic Arts (EA) ini terlalu berlebihan.

Bahkan di awal kemunculannya, ada gamer yang sampai menghabiskan jutaan rupiah untuk membeli loot box dengan tujuan mendapatkan karakter ikonik yang bisa dipakai dalam permainan. Sayangnya, upaya tersebut tak membuahkan hasil. Gamer tetap tak berhasil mendapatkan Darth Vader. (mag/mag)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments