Telegram Siapkan Pesaing Bitcoin?

Jakarta - Era mata uang virtual tengah menjadi pembahasan di berbagai belahan dunia, meski tak semua negara langsung mengadopsinya. Bitcoin, Ethereum, hingga Ripple adalah segelintir contoh dari cryptocurrency tersebut. Kali ini, Telegram dilaporkan akan terjun ke bisnis tersebut.

Aplikasi pesan instan ini dilaporkan tengah menyiapkan mata uang virtual versi mereka sendiri. Telegram Open Network (TON) adalah nama yang dikabarkan akan diusung oleh Telegram sebagai pesaing Bitcoin.

Berdasarkan pemberitaan Mashable yang dikutip oleh detikINET, Jumat (12/1/2018) sebelum menghadirkan TON, Telegram berencana untuk membuka Initial Coin Offering (ICO). Telegram mengincar dapat menggalang dana sampai USD 600-700 juta.

Bahkan, perusahaan yang dipimpin oleh Pavel Durov ini dikabarkan juga menggelar pra-ICO, di mana Telegram mengincar USD 500-600 juta. Sehingga secara total bila digabungkan, Telegram dapat mengumpulkan dana paling minim USD 1,2 miliar.

Bila tercapai, maka akan membuat Telegram melakukan salah satu ICO terbesar saat ini. Sebelumnya, ICO paling menyita perhatiaan terjadi pada Tezos meraih USD 232 juta pada Juli 2017 dan FileCoin yang mengumpulkan USD 257 juta pada September 2017.

Telegram merencanakan TON dapat dijadikan alat pembayaran di aplikasi lain yang terintegrasi dengan aplikasi miliknya.

Menjelang tahun baru 2018, CEO Telegram Pavel Durov menyiratkan bahwa pada Januari ini, pihaknya akan mengumumkan sesuatu yang besar. Hal itu disampaikan di saluran miliknya di Telegram.

"Nantikan, kami akan membuat tiga pengumuman besar di bulan Januari," kata Durov. (agt/fyk)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments