Seseorang Bisa Masuk Grup WhatsApp Tanpa Izin Admin, Kok Bisa?

JAKARTA – Belum lama ini terungkap bahwa WhatsApp memiliki celah yang memungkinkan hacker untuk menyusup ke grup. Hal ini dipaparakan oleh peneliti dari Ruhr-University Bochum di Jerman.

Menurut para peneliti, seseorang dapat menyusup secara diam-diam ke dalam grup WhatsApp. Kerentanan itu bisa terjadi meski WhatsApp telah memasang enkripsi end-to-end.

BERITA TERKAIT +

Baca: WhatsApp Punya Bug, Obrolan di Grup Bisa Bocor

Temuan itu dipaparakan para peneliti dalam sebuah konferensi pers keamanan ‘Real World Crypto’, yang berlangsung di Swiss.

“Siapapun yang mengontrol server aplikasi (termasuk WhatsApp), dapat memasukkan orang baru ke obrolan tanpa memerlukan izin grup,” kata peneliti.

Menanggapi temuan itu, salah satu pakar keamana kaspersky - Victor Chebyshev mengatakan bahwa ancaman dari celah WhatsApp itu terbilang serius. Pasalnya, tak jarang grup digunakan untuk mendiskusikan hal-hal yang bersifat rahasia.

“Eksploitasi dari kerentanan keamanan ini merupakan ancaman serius, terutama bagi mereka yang memiliki informasi rahasia dalam grup obrolan,” kata Victor Chebyshev, dalam keterangan yang diterima Okezone, Rabu (17/1/2018).

Menurut laporan itu sendiri, hacker perlu mengakses server ke WhatsApp untuk melakukan aksinya. Sayangnya mereka tak bisa memberikan contoh konkret dari serangan tersebut.

“Namun, laporan tersebut tidak memberikan contoh sebenarnya dari serangan tersebut. Peretasan server ini tidaklah mudah dari segi teknis dan membutuhkan banyak waktu dan usaha,” imbuh Chebyshev.

Baca juga: Update WhatsApp Mungkinkan Pengguna Berhentikan Admin Grup

Alih-alih mengakses server, menurut Chebyshev akan lebih mudah untuk meretas perangkat mobile dari anggota grup hingga menyusup ke grup tersebut.

Lebih lanjut Kaspersky menganjurkan pengguna WhatsApp untuk memperhatikan obrolan dan kontrol manual penambahan anggota grup baru. Perusahaan juga mengimbau untuk menghindari berbagi informasi melalui grup, dan menggunakan pesan langsung sebagai gantinya. (lnm).

(kem)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments