Pasar CCTV di Indonesia Tembus Rp 1,3 Triliun

Jakarta - Kebutuhan masyarakat Indonesia akan CCTV (Closed Circuit Television) dilaporkan mengalami pertumbuhan yang tinggi. Dalam dua tahun terakhir, misalnya, pertumbuhan pasar CCTV di Indonesia mencapai 20% per tahun.

Informasi ini disampaikan oleh CEO PT Tiga Putera Internasional Roddy Tjhin, salah satu pemain di pasar CCTV. Menurut penuturannya, nilai pasar CCTV di Indonesia bisa mencapai USD 100 juta atau sekitar Rp 1,34 triliun di sepanjang 2017.

"Pertumbuhan penjualan CCTV sangat bagus di sini mencapai 20% per tahun. Namun, kami melihat masih ada ceruk pasar di segmen menengah ke bawah yang belum tergarap secara maksimal," ujarnya di Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Karenanya, untuk menggarap ceruk pasar tersebut TPI dengan menggandeng produsen CCTV ternama Hikvision merilis jajaran produk HiLook. Menurut Roddy, HiLook memiliki serangkaian produk yang performanya tinggi namun dibanderol dengan harga murah.

Foto: istimewa

"Selain itu, pemasangannya juga sangat mudah, sehingga bisa diaplikasikan oleh siapa saja. Bahkan bagi mereka yang belum pernah sama sekali menggunakan solusi ini," paparnya.

Hikvision sendiri diklaim sebagai perusahaan yang menguasai lebih dari 50% pangsa pasar CCTV kelas menengah atas. Dengan pangsa pasar yang luas itu, HiLook juga diharapkan bisa merajai segmen pasar menengah ke bawah.

Sebagai permulaan, ada beragam produk CCTV terjangkau yang disodorkan, antara lain THC-T120-P, THC-B120-P, DVR-204G-F1, DVR-208G-F1, dan DVR-216G-F1. Semua perangkat CCTV ini diklaim bisa dipasang dengan mudah, bahkan bagi mereka yang belum pernah menginstalasi CCTV sama sekali. (mag/rou)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments