Manfaatkan AI, Ilmuwan Bikin Teknologi Penerjemah Bahasa Hewan

JAKARTA - Teknologi telah membuat kemajuan signifikan di dunia dalam beberapa tahun terakhir. Tak hanya perangkat komunikasi antar manusia saja yang semakin canggih, kini para ahli sedang melakukan penelitian yang memungkinkan adanya teknologi untuk berkomunikasi dengan hewan peliharaan.

Ahli perilaku hewan, Profesor Con Slobodchikoff, berharap penelitian beserta temuan dari akademisi lain akan memungkinkan manusia dan hewan peliharaannya berbicara menggunakan ‘pet translator’ atau ‘penerjemah hewan peliharaan’. Profesor telah mempelajari rekaman anjing yang melakukan beberapa perilaku – termasuk menggonggong, menggeram dan melolong – kemudian memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk memahami komunikasi mereka.

BERITA TERKAIT +

Ia berharap dengan menggunakan machine learning, komputer akan bisa memberi tahu manusia apa arti dari geraman anjing atau goyangan ekornya. Ia juga mengatakan, manusia akan lebih siap menghadapi hewan di masa depan jika mereka tahu persis apa yang mereka inginkan.

Baca juga: Google Bangun Pusat Riset Teknologi AI di China

Pada 2013, Slobodchikoff, yang saat ini menjabat sebagai Profesor Emeritus di Northern Arizona University, menerbitkan Chasing Doctor Dolittle: Learning the Language of Animals, sebuah penelitian tentang karakteristik bahasa unik dari hewan. Dalam karyanya, ia mengklaim bahwa hewan dan manusia akan dapat berkomunikasi secara efektif hanya dalam waktu sepuluh tahun.

Peneliti telah menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mempelajari perilaku anjing padang rumput Amerika Utara, hewan yang memiliki sistem bahasa kompleks. Hewan pengerat pintar itu menggunakan panggilan yang memperingatkan kelompok mereka pada ancaman yang masuk.

Baca juga: Microsoft Canangkan Program AI untuk Atasi Perubahan Iklim

Slobodchikoff berpikir bahwa jika ia mengetahui bahasa mereka, ia akan bisa memahami komunikasi hewan yang memiliki sistem bahasa yang tidak serumit mereka.

"Saya pikir, jika kita bisa melakukan ini dengan anjing padang rumput, kita pasti bisa melakukannya dengan anjing dan kucing," katanya, dikutip dari International Business Times, Senin (15/1/2018).

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments