Lewat Invita, Kirim Undangan Cukup Pakai QR Code

Jakarta - Sebuah startup asal Medan, Sumatera Utara, mengembangkan cara baru memberikan undangan saat acara-acara spesial.

Adalah Invita, nama startup tersebut, ingin memudahkan setiap orang yang ingin membuat undangan berbasis digital di setiap acara yang mereka selenggarakan, mulai dari pernikahan hingga ulang tahun.

Melalui platform tersebut, pengguna bisa dengan mudah melacak sudah berapa banyak tamu undangan yang mengkonfirmasi untuk hadir. Dengan demikian, mengundang orang bisa lebih cepat dan efisien.

Dikent Jingga selaku Co-founder dari Invita mengatakan, banyak permasalahan yang terjadi pada sebelum dan sesudah event, salah satunya adalah undangan.

"Membuat undangan memakan biaya dan waktu yang tidak sedikit. Ironisnya undangan tersebut akan kehilangan value-nya setelah event selesai dan hanya akan menjadi sampah," ujarnya.

Selain itu, penggunaan buku undangan di Indonesia juga tidak jelas maksud dan tujuannya, bahkan bisa dibilang hanya menciptakan antrean saat tamu undangan masuk ke tempat acara berlangsung.

"Digital invitation hadir untuk menciptakan undangan yang lebih murah, lebih cepat, serta lebih eksklusif karena kami akan membuat satu QR Code untuk masing-masing tamu undangan yang dapat digunakan saat melakukan registrasi," kata Dikent.

Dia menambahkan, menurut survei yang dilakukan oleh BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), 2 juta pasangan menikah setiap tahunnya di Indonesia, dengan 6 ribu diantaranya terjadi di Medan.

Meskipun pasar yang tersedia cukup besar, bukan berarti Invita tidak memiliki halangan berarti dalam menjalankan bisnisnya.

Kebanyakan masyarakat masih menilai mengirim undangan digital adalah hal yang 'tidak sopan', terutama jika dikirimkan untuk orang yang lebih tua. Hal ini jadi tantangan tersendiri bagi Dikent dan timnya.

"E-inivitation bukannya tidak sopan. Justru kami akan membawanya sebagai hal yang eksklusif dengan QR Code dan tentunya nama tamu undangan sendiri akan tertulis sebagaimana undangan konvensional," kata Dikent menanggapi hal tersebut.

Meskipun begitu, mereka mengakui bahwa memang tidak semua orang dapat menerima e-invitation, terutama untuk para usia tua yang belum tentu cakap menggunakan smartphone.

"Maka dari itu, awalnya kami akan menyasar kepada anak usia muda sekitar 60% dan usia tua 40%, tapi seiring semakin banyaknya orang tua yang memakai smartphone mungkin nanti porsinya akan bertambah," ujarnya.

Untuk mendukung bisnisnya, Invita bekerja sama dengan salah satu startup terkemuka di bidang wedding planner, yaitu Bridestory. Ke depannya, mereka juga akan menjalin kerja sama dengan beberapa e-commerce dan platform ride sharing. (rns/rns)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments