Ini Perkembangan Inovasi Termometer Sejak Ratusan Tahun Lalu

JAKARTA - Termometer berfungsi untuk mengukur suhu. Dalam termometer merkuri atau alkohol, cairan mengembang saat dipanaskan dan berkontraksi saat didinginkan, jadi lebih panjang atau lebih pendeknya lajur cairan tergantung oleh suhu.

Termometer modern disesuaikan dalam unit suhu standar seperti Fahrenheit, Celsius, dan Kelvin. Sebelum ada termometer, terdapat thermoscope. Thermoscope hanya menunjukkan perbedaan suhu, misalnya, bisa menunjukkan sesuatu semakin panas.

BERITA TERKAIT +

Namun, thermoscope tidak mengukur semua data yang termometer lakukan, seperti suhu dalam derajat.

Beberapa penemu menemukan versi thermoscope pada saat bersamaan. Pada 1593, Galileo Galilei menemukan thermoscope air yang belum sempurna, yang untuk pertama kalinya memungkinkan pengukuran berbagai suhu. Saat ini, penemuan Galileo disebut Termometer Galileo.

Baca juga: Perjalanan William Jones sang Penemu Simbol Bilangan Pi

Pada 1612, Santorio Santorio, dari Italia, menjadi penemu pertama yang memasukkan skala numerik pada thermoscope-nya. Itu mungkin termometer klinis sederhana pertama, karena dirancang untuk diletakkan di mulut pasien untuk pengambilan suhu. Namun, seperti penemuan Galilei, instrumen tersebut belum begitu akurat.

Pada 1654, termometer cairan dalam kaca pertama ditemukan oleh Grand Duke of Tuscany, Ferdinand II. Duke menggunakan alkohol sebagai cairannya. Namun, alat tersebut masih belum akurat dan tidak menggunakan skala standar.

Baca juga: Jaap Haartsen, sang Insinyur Listrik Penemu Bluetooth

Alat yang dianggap sebagai termometer modern pertama adalah termometer merkuri dengan skala standar, ditemukan oleh Daniel Gabriel Fahrenheit pada 1714.

Daniel Gabriel Fahrenheit adalah fisikawan Jerman yang menemukan termometer alkohol pada 1709, dan termometer merkuri pada 1714. Pada 1724, ia memperkenalkan skala suhu standar yang menyandang namanya – Skala Fahrenheit – untuk mencatat perubahan suhu secara akurat.

Skala Fahrenheit membagi titik beku dan titik didih air menjadi 180 derajat. 32 derajat F adalah air beku dan 212 derajat F adalah titik didih air. Sedangkan 0 derajat F didasarkan pada suhu campuran yangs sama dari air, es, dan garam.

Pada 1742, skala Celcius ditemukan oleh Astronom Swedia, Anders Celsius. Skala Celsius memiliki 100 derajat antara titik beku (0 derajat C) dan titik didih (100 derajat C) air murni, pada tekanan udara di permukaan laut. Istilah ‘Celsius’ digunakan pada 1948 oleh sebuah konferensi internasional mengenai bobot dan ukuran.

Lord Kelvin merupakan penemu Skala Kelvin pada 1848. Skala Kelvin mengukur suhu panas dan dingin yang sangat ekstrem. Kelvin mengembangkan gagasan tentang suhu absolut, disebut "Hukum Kedua Termodinamika", dan mengembangkan teori dinamika panas.

Pada abad ke-19, para ilmuwan meneliti suhu yang paling rendah. Skala Kelvin menggunakan unit yang sama dengan skala Celcius, tetapi dimulai pada Absolute Zero, suhu yang membuat segala sesuatu, termasuk udara, membeku padat.

Dokter Inggris, Sir Thomas Allbutt (1836-1925) menemukan termometer medis praktis pertama yang digunakan untuk mengukur suhu seseorang pada 1867. Termometer portable itu memiliki panjang 15 centimeter dan mampu mencatat suhu pasien dalam 5 menit.

Selama Perang Dunia II, Theodore Hannes Benzinger, seorang perintis biodynamicist dan ahli bedah penerbangan, dengan Luftwaffe, menciptakan termometer telinga.

Pada 1984, David Phillips menciptakan termometer telinga infrared, sedangkan Dr. Jacob Fraden, CEO Advanced Monitors Corporation, menginovasikan termometer telinga yang terlaris di dunia, yakni Thermoscan Human Ear Termometer.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments