Ilmuwan Temukan Sistem Bintang dengan Lima Exoplanet

JAKARTA - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, tim ilmuwan amatir telah menemukan sebuah sistem multi-planet. Terletak 620 tahun cahaya jauhnya, sistem ini berisi lima planet exoplanet atau ekstrasurya.

Sistem bintang tersebut dijuluki K2-138. "K2" menandakan bahwa itu ditemukan oleh Teleskop Luar Angkasa Kepler selama misi K2 – misi pencarian exoplanet yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir.

BERITA TERKAIT +

Bintang itu sendiri adalah urutan utama bintang K, atau bintang kerdil oranye. Ia adalah sejenis bintang yang memiliki massa antara 0,45 dan 0,8 kali dari Matahari.

Lima planet tersebut berada di orbit yang padat, dekat dengan bintangnya, yang menampilkan periode orbit antara 2,35 hari sampai 12,76 hari. Planet yang paling jauh, K2-138f, berjarak sepersepuluh dari Bumi ke Matahari.

Baca juga: Dahsyat! Suhu Exoplanet Terpanas Capai 2.000 Derajat Celsius

Planet-planet berbatu itu berukuran dari 1,6 sampai 3,3 kali jari-jari Bumi, menjadikannya sebagai super-Earth, sebagaimana Gizmodo melaporkan pada Minggu (14/1/2018).

Jaraknya yang dekat dengan bintang, tidak memungkinkan planet tersebut untuk layak huni. Planet-planet ini juga berada dalam konfigurasi orbital yang benar-benar rapi, yang disebut "resonansi", di mana setiap planet membutuhkan waktu 50% lebih lama untuk menyelesaikan orbit daripada planet selanjutnya.

Baca juga: Luar Biasa! NASA Temukan 3 Exoplanet Baru, Diduga Dihuni Alien?

K2-138 bukanlah sistem bintang TRAPPIST-1-a yang berisi tujuh planet berukuran Bumi, tetapi ini adalah penemuan yang menakjubkan. Temuan ini menunjukkan cara lain untuk konfigurasi sistem bintang.

Sistem multi-planet tersebut terdeteksi sebagai bagian dari proyek Exoplanet Explorers. Mereka menggunakan platform Zooniverse online dan data dari Teleskop Luar Angkasa Kepler NASA.

Kepler bertugas untuk mengukur kecerahan bintang. Para astronom, melihat pengukuran ini dengan harapan menemukan lubang dalam kilauan bintang.

Lubang tersebut biasanya menunjukkan bahwa exoplanet telah berlalu di depannya. Dalam tiga tahun terakhir, Kepler telah mencatat data dari 287.309 bintang, sebuah angka yang terus bertambah 10.000 setiap beberapa bulan sekali.

Dinamakan dataset C12, ia menunjukkan jumlah data yang amat banyak, yang bisa disaring oleh para ilmuwan. Dari situlah Exoplanet Explorers, dengan bantuan para ilmuwan penduduk kota, menemukannya.

Exoplanet Explorers, yang didirikan oleh ilmuwan staf Caltech, Jessie Christiansen, diluncurkan pada 2017. Exoplanet Explorers telah menarik ribuan ilmuwan penduduk kota.

Baru-baru ini, Australia Broadcast Corporation menampilkan program tiga bagian yang disebut Stargazing Live. Para pemirsa dipersilakan berpartisipasi untuk mencari kandidat exoplanet melalui data.

Selama Stargazing Live, Exoplanet Explorers mengumpulkan hasil dari lebih 10.000 penonton. Christiansen, bersama dengan astronom UC Santa Cruz Ian Crossfield dan astronom NASA Geert Barentsen, memeriksa data yang masuk.

Data tersebut menunjukkan banyak kandidat exoplanet baru, termasuk 44 planet berukuran Jupiter, 72 planet berukuran Neptunus, 44 planet berukuran Bumi, dan 53 planet super-Earth.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments