Heboh Game 'Memerangi Allah Of Kung Fu', Netizen Geram!

JAKARTA - Game dikembangkan oleh para developer dengan genre yang berbeda-beda. Game yang beredar di Android misalnya, dipenuhi game-game seperti balapan, strategi, olahraga hingga pertempuran.

Salah satu game yang nongol di toko aplikasi Google Play, 'Memerangi Allah Of Kung Fu' heboh dengan judulnya yang membuat netizen geram. "Mohon untuk dihapus game ini, kepada pihak Play Store agar kiranya dapat menyaring kembali game" yang menggunakan kata yang sara," kata Muhammad Yahya di kolom komentar Google Play.

BERITA TERKAIT +

Netizen lainnya merasa tersinggung dengan permainan mobile yang judulnya mengundang kontroversi itu. "Maaf apakah Anda bisa menghapus permainan ini!?? Saya sebagai salah satu yang beragama Islam sangat tersinggung! Game enggak bermutu," ujar Della Angelica.

Baca juga: Mobile Legends: Bang Bang Puncaki Aplikasi di Google Play

Dalam keterangan di Google Play, game "Memerangi Allah Of Kung Fu" dengan size 32MB itu tampak seperti permainan fighting atau pertempuran. Gamer mengendalikan karakter jagoan yang menerima serangan dari musuh secara berkelompok.

Game yang dikembangkan Deng hao itu menuai banyak komentar dari para gamer atau netizen di Google Play. Sebagian besar memberikan nilai bintang satu pada game tersebut.

Salah satu netizen mengungkap bahwa judul game ini diartikan dengan Google Translate, sehingga menimbulkan kehebohan. "..Ini kesalahan Google Translate-nya, real title-nya tuh "Galaxy Fighting, God of KungFu". Buat Google Translate-nya tolong dibenahin lagi," terang Syahrul Malik.

Informasi yang beredar sebelumnya mengungkapkan, sejumlah aplikasi bermuatan pornografi dihapus dari Google Play Store. Google menghapus 60 game dari Play Store setelah perusahaan keamanan – Check Point menemukan malware Adult Swine.

Baca juga: 60 Aplikasi Bermuatan Pornografi Dihapus dari Google Play Store

Malware itu membuat aplikasi yang ia susupi, menampilkan iklan bermuatan pornografi. Iklan pornografi dan tak pantas itu berasal dari provider utama yang bahkan tidak mengizinkan konten mereka digunakan dengan menyusupi aplikasi atau game.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments