Google Jadi Investor Go-jek, Benarkah?

JAKARTA – Google dikabarkan menjadi salah satu investor Go-Jek. Hal ini terungkap dari seorang sumber yang dikutip Reuters.

Tak hanya Google, investor Singapura Temasek dan platform internet utama China Dianping-Meituan juga termasuk dalam investor dalam putaran penggalangan dana Go-jek.

BERITA TERKAIT +

Baca: Mantap! Giliran GoJek Dapat Kucuran Dana Rp1,3 Triliun dari E-Commerce Asal China

Beberapa investor Go-Jek lainnya seperti KKR & Co LP dan Warburg Pincus LLC juga turut berpartisipasi dalam putaran penggalangan dana Go-Jek. Sumber itu menyebutkan penggalangan dana itu mengumpulkan sekira USD1,2 miliar atau sekira Rp16 triliun.

Sayangnya, baik Google, KKR, Warburg dan Temasek menolak untuk memberikan komentar. Sementara itu, Okezone juga telah mencoba menghubungi Go-Jek, namun perusahaan ride-sharing itu menolak memberikan komentarnya.

“Kmai tidak dapat memberikan konfirmasi terkait rumor,” kata Public Relation Go-Jek, Rini Widuri kepada Okezone.

Startup yang didirikan pada 2015 ini memang tampaknya masih menjanjikan di mata investor. Sebelumnya, Go-Jek juga telah mendapatkan suntikkan dana dari Tencent, dan JD.com pada 2017.

JD.com bersama investor lainnya menyuntikkan dana pada Go-Jek senilai USD1 miliar atau sekira Rp13,34 triliun.

Baca juga: Go-Jek Rilis Layanan Pembayaran GO-BILLS, untuk Apa Saja?

Go-Jek juga tercatat terus mengembangkan lini bisnisnya termasuk sektor fintech. Beberapa waktu lalu, Go-Jek mengakuisisi tiga startup fintech Tanah Air. Langkah ini ditempuh demi memperkuat layanan pembayaran atau dikenal Go-Pay milik perusahaan yang dipimpin Nadiem Makarim tersebut.

Tiga perusahaan yang diakuisisi Go-Jek itu yakni Kartuku, Midtrans, dan Mapan. Ketiga perusahaan yang kini bernaung di Go-Jek ini akan mendukung ekspansi Go-Pay di Indonesia. Demikian seperti dilansir Reuters, Kamis (18/1/2018). (lnm).

(kem)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments