Google Hapus Video Bocah Mesum di YouTube

Jakarta - Google Indonesia akhirnya memberi tanggapan terkait potongan video porno dua bocah lelaki dengan satu perempuan dewasa di internet yang nongol di YouTube.

Selaku pemilik layanan video itu yang juga dijadikan tempat peredaran sejumlah potongan video tak senonoh tersebut, Google menyebutkan akan melakukan tindakan tegas terhadap video-video semacam itu.

"YouTube memiliki kebijakan yang jelas tentang konten yang tidak sesuai dengan pedoman komunitas kami dan ketika ada video yang ditandai pengguna, kami mengambil tindakan untuk menghapus video tersebut," sebut perwakilan Google Indonesia kepada detikINET, Jumat (5/1/2018).

"Kami juga melakukan tindakan serius untuk pengguna yang menyalahgunakan sistem kami dan melakukan tindakan terhadap pelaku, termasuk penghentian akun YouTube mereka," sambung Google.

Melalui halaman Pedoman Komunitas YouTube, Google juga menjelaskan konten apa saja yang tidak diperbolehkan di YouTube, antara lain:

- Konten seksual atau ketelanjangan
- Konten yang merugikan atau berbahaya
- Konten yang mengandung kebencian
- Konten kekerasan atau vulgar
- Pelecehan atau cyberbullying
- Spam, metadata yang menyesatkan dan scam
- Ancaman
- Hak cipta
- Privasi
- Peniruan identitas
- Membahayakan anak

"Kami juga memiliki 'flag' (ikon bendera) yang terletak di setiap bawah video YouTube, dan tim kami meninjau konten yang pengguna tandai selama 24 jam sehari," jelas Google.

Seperti diketahui, video tak senonoh dua bocah lelaki dengan satu perempuan dewasa tersebar di medsos sejak beberapa hari terakhir.

Terdapat dua video yang memperlihatkan adegan ranjang bocah dengan perempuan dewasa di sebuah kamar diduga hotel.

Di video pertama, adegan tak pantas dilakukan antara seorang bocah dan seorang perempuan dewasa. Sedangkan video kedua menampilkan adegan porno antara dua bocah dan seorang perempuan dewasa.

Dari hasil penelusuran, diketahui lokasi pembuatan video mesum tersebut terjadi di Kota Bandung.

Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, sejauh ini tim gabungan dari Ditreskrimsus dan Ditreskrimum Polda Jabar tengah bergerak memburu 'sutradara' video porno tersebut. (rns/rou)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments