Flashdisk Bantu Sebarkan Guru Virtual Hingga Pelosok

Jakarta - Punya flashdisk tidak terpakai? Nah, ketimbang menganggur percuma, kalian bisa memanfaatkannya untuk membantu pendidikan di pelosok.

Adalah Najeela Shihab, menggagas gerakan distribusi flashdisk ke berbagai daerah di Indonesia. Tujuannya, menyebarkan bahan pengajaran untuk anak-anak sekolah di daerah.

"Kalau kirim buku berat, kalau kirim gurunya juga terbatas untuk mencapai berbagai daerah. Jadi kita kirim gurunya lewat teknologi, dalam bentuk video di flashdisk," papar Najeela di acara Creativepreneur di Menara Kibar, Cikini, Rabu (10/1).

Dikatakan kakak dari presenter Najwa Shihab ini, cara tersebut dimaksudkan untuk memudahkan anak-anak di daerah menonton video tanpa internet.

"Kalau di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, kita bisa tinggal cari di internet. Tapi gimana dengan yang di daerah, yang internetnya masih susah," kata Najeela.

Keresahannya itu membuat Najeela bergerak. Melalui platform Krowd, Najeela bertemu dengan banyak orang yang punya kepedulian sama terhadap pendidikan. Platform yang mempertemukan para kreator untuk berkolaborasi ini pun menjadi jembatan baginya mewujudkan ide.

Flashdisk Bantu Sebarkan Guru Virtual Hingga PelosokFoto: Rachmatunnisa/detikINET

"Kita kemudian bikin video-video kreatif, dan kita taruh di flashdisk. Flashdisk itu isinya gak cuma guru mengajar tapi juga bermacam video konten kreatif untuk belajar," terangnya.

Diceritakan Najeela, flashdisk-flashdisk tersebut didapat dari perkantoran, perorangan dan berbagai lembaga yang memberinya secara sukarela.

"Ketimbang flashdisk nganggur, satu flashdisk itu bisa berisi banyak materi ajar yang bermanfaat untuk anak-anak di daerah," kata Najeela.

Menariknya, gerakan sederhana ini melibatkan banyak orang dari berbagai kalangan untuk berkolaborasi. Materi video pelajaran ada yang diisi oleh guru, mahasiswa, ada juga kreator konten kreatif lainnya.

Untuk mendistribusikannya pun, Najeela memanfaatkan berbagai jalur yang melibatkan banyak orang, mulai dari guru-guru, relawan, sampai melalui mahasiswa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata.

Pendiri Sekolah Cikal ini menargetkan, dalam setahun ada 10 ribu sekolah yang menerima dan menggunakan materi ajar dari video-video yang didistribusikan lewat flashdisk tersebut.

"Kelihatannya mungkin besar targetnya, tapi jumlah sekolah seluru Indonesia itu 250 ribu. Kalau gak 10 ribu (targetnya) lama dong sampainya," ujar Najeela bersemangat.

Itu sebabnya, Najeela mengundang siapa saja yang peduli dengan pendidikan di Indonesia ikut bergerak dengannya. Bagi yang ingin ikut membantu, project Najeela salah satunya bisa ditemui di platform Krowd.

"Kalau Anda bisa bikin video, bisa bantu bikin video. Apa saja yang bisa Anda bantu, jadikan aksi nyata karena pendidikan tanggung jawab bersama dan membangunnya adalah pekerjaan bersama," tutupnya. (rns/rns)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments