'Dongeng' Kepala LAPAN yang Bikin Komunitas Bumi Datar Meradang

Jakarta - Perseteruan antara Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin dengan komunitas Bumi Datar Indonesia ternyata diawali sebuah tulisan ilmiah di blognya.

Thomas dikenal cukup aktif menulis di blog pribadinya yang beralamat di tdjamaluddin.wordpress.com. Sesuai dengan bidang dan keahlian yang ditekuninya, tulisan-tulisan Thomas didominasi topik seputar astronomi dan antariksa.

Pada 21 Desember 2016, lulusan Institut Teknologi Bandung dan Kyoto University ini sempat menulis sebuah penjelasan ilmiah mengenai pembuktian Bumi berbentuk datar, dengan sedikit menyentil para penganut teori konspirasi tersebut.

"Kalau masih ada yang bersikukuh dengan FE (flat earth), janganlah didebat, cukup dengarkan seperti kita mendengar dongeng khayalan sebelum bobo, semasa kecil dulu," tulis Thomas seperti dikutip detikINET, Kamis (4/1/2017).

"Bukankah kita dulu tidak pernah mendebat dongeng khayalan, cukup menikmatinya saja? Atau seperti membaca buku novel fiksi. Kalau sudah capek mendengarkan atau membacanya, tinggalkan tidur saja," sambungnya.

Tulisannya tersebut menuai reaksi dari komunitas flat earth Indonesia. Mereka bahkan mengeluarkan petisi yang ditujukan kepada Kepala LAPAN tersebut pada Januari 2017, yang baru ditanggapi olehnya awal tahun ini.

Meski begitu, sejatinya Thomas berusaha untuk menjelaskan bukti yang menunjukkan bahwa Bumi berbentuk bulat. Dia memang cukup sabar meladeni pendukung Bumi datar di akun pribadinya dan laman Facebook LAPAN.

Salah satu cara LAPAN menjelaskan Bumi itu bulat adalah dengan mengajak mereka melihat foto citra satelit seperti Himawari-8, Meteosat VISSR, Meteosat SEVIRI, GOES East, dan GOES West.

Sebelumnya, pada 30 Desember 2016, Thomas juga pernah menerima kunjungan dari komunitas flat earth di kantornya. Suasana diskusi mengenai Bumi datar diunggah di YouTube.

(rns/rou)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments