Dicari! Sosok Cantik dan Cerdas untuk Miss Internet 2018

Jakarta - Bahasa internet yang kadang sulit dicerna oleh masyarakat pada umumnya, merupakan tantangan tersendiri dalam mengampanyekan terkait dunia maya. Sosok perempuan berwujud Miss Internet menjadi solusi persoalan tersebut.

Hal itu dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang telah menggelar kompetisi pemilihan miss internet. Dan, sampai saat ini program tersebut berlanjut, di mana APJII mencari sosok Miss Internet generasi selanjutnya di tahun ini.

Ketua Umum APJII Jamalul Izza mengatakan keberadaan Miss Internet dapat membantu mengampanyekan program-program APJII dan pemerintah. Sosok Miss Internet diharapkan dapat memasyarakatkan isu-isu internet dengan bahasa mudah, di mana selama ini internet dikenal dengan kalimat teknis.

"Melalui tema yang diusung dalam pemilihan tahun ini, yakni Internet Kreatif yang bersih, selektif, aman, kami ingin menujukkan internet itu fleksibel. Maksudnya, meski internet bebas diakses tapi tetap ada etika dalam penggunaannya," ujar Jamalul di Hotel Lemo, Tangerang Selatan, Rabu (11/1/2018).

Jamalul menceritakan ide Miss Internet ini muncul di APJII regional Bali pada 2013. Saat itu, diselenggarakan seminar teknologi yang isinya teknis semua. Agar mudah penyampaiannya, mereka merekrut Public Relation yang kemudian bertransformasi jadi Miss Internet.

Dinilai berhasil, kesuksesan tersebut akhirnya membawa konsep Miss Internet ini ke skala nasional untuk pertama kalinya pada 2017. Marsya Gusman, terpilih sebagai jawaranya, ketika itu.

Dicari! Sosok Buat Jadi Miss Internet 2018Suasana acara. Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto

Adanya Miss Internet tak hanya mempromosikan visi dan misi asosiasi, namun juga berkaitan dengan dunia siber, pendidikan tentang internet, dan techno-preneurship.

Pendaftaran Miss Internet 2018 dilakukan secara online, di mana perempuan Indonesia dengan usia 17-25 tahun, tinggi minimum 160 cm, bisa bahasa Inggris, dan familiar mengenai internet. Wanita yang memenuhi persyaratan bisa membuat vlog.

Pencarian finalis Miss Internet akan dihelat sesuai perwakilan APJII yang ada 12 kota, yaitu Medan, Batam, Balikpapan, Lampung, Bali, Pekanbaru, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Jakarta, dan Banten. Proses penyisihan dilaksanakan awal September hingga Oktober 2018.

Puncaknya akan dihelat di Jakarta, tepatnya di ICE BSD, Serpong, pada 3 November 2018. Nanti bila terpilih sebagai Miss Internet, akan mengemban tugas sebagai duta APJII selama satu tahun dan berhak menerima uang pembinaan dan juga hadiah dari beragam pendukung acara. (fyk/rou)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments