China Punya Ide Basmi Sampah Antariksa Pakai Laser

Jakarta - Banyaknya sampah luar angkasa membuat peneliti asal China mengusulkan untuk memusnahkannya menggunakan senjata laser.

Sebuah kelompok peneliti asal negeri TIrai Bambu melakukan observasi terhadap kemungkinan penggunaan senjata laser untuk memusnahkan sampah-sampah yang menumpuk di atmosfer Bumi.

Dalam laporan yang berjudul Optik - International Journal for Light and Electron Optics, mereka menjelaskan bahwa nantinya laser akan ditembakkan melalui stasiun luar angkasa yang mengitari Bumi.

Seperti dikutip detikINET dari Futurism, Rabu (17/1/2018), studi ini dianggap paling efektif dibandingkan usulan-usulan dari para peneliti lain yang sempat menyeruak.

Sebelumnya, ada yang mengungkap ide mengangkut sampah antariksa ke luar orbit, memerangkapnya dengan jala, hingga membakarnya sampai habis di atmosfer Bumi.

Untuk menyempurnakan penelitiannya, tim yang beranggotakan dari Quan Wen, Liwei Yang, Shanghong Zhao, Yingwu Fang, Yi Wang, dan Rui Hou ini melakukan simulasi terhadap stasiun orbital penembak laser yang dapat menghapus debu antariksa berukuran panjang di bawah 10 cm dengan 20 pancaran per detik selama dua menit.

Mereka pun menyimpulkan, sangat mungkin untuk meluncurkan stasiun penembak laser seperti dalam uji coba mereka.

Selain itu, metode ini juga akan sangat efektif dalam membersihkan sampah luar angkasa guna menghindari tubrukan dengan International Space Station (ISS) dan wahana antariksa lainnya.

Meski demikian, banyak peneliti mempertanyakan kemampuan dari stasiun penembak laser itu sendiri, yang hanya teruji untuk menghancurkan sampah berukuran kecil.

Di samping itu, kebutuhan untuk membuat stasiun tersebut juga tidak sederhana. Perihal siapa yang membuat, serta bagaimana prosesnya masih menjadi tanda tanya besar.

Ini menjadi PR besar bagi sejumlah badan antariksa internasional, mengingat masalah penumpukan sampah antariksa akan semakin parah seiring berjalannya waktu.

Diperkirakan, akan ada ribuan satelit meluncur ke orbit Bumi sebelum 2025. Satelit-satelit ini bergabung dengan jutaan debu luar angkasa yang jumlahnya sudah mencapai jutaan di atmosfer. (rns/rns)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments