Burung Liar Tertua di Dunia Bertelur di Usia 67 Tahun

JAKARTA - Burung albatros bernama Wisdom, yang juga merupakan burung liar tertua di dunia, kembali bertelur di habitatnya di Atol Midway. Usia burung tersebut telah mencapai 67 tahun.

Wisdom dan pasangannya, Akeakamai, setiap tahun kembali ke Papahānaumokuākea Marine National Monument untuk bersarang dan membesarkan anaknya. Pada 13 Desember, Dinas Ikan dan Satwa Liar A.S. (USFWS) mengonfirmasi bahwa burung tersebut telah mengeram telur baru.

BERITA TERKAIT +

Sepanjang hidupnya, Wisdom telah hidup lebih lama dari beberapa pasangannya, dan membesarkan 30 hingga 35 itik.

Baca juga: 4 Burung Ini Ternyata Mematikan bagi Manusia

“Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya, bahwa terdapat seekor burung berusia 67 tahun dan masih bereproduksi. Itu membuat Anda bertanya-tanya, mungkinkah ada burung yang lebih tua dari Wisdom?” kata Kate Toniolo, wakil pengawas monumen nasional laut.

Baca juga: Fosil Burung Berumur 48 Juta Tahun Berhasil Digali, Nih Penampakannya!

Kisah Wisdom dimulai pada 10 Desember 1956, ketika ahli biologi USFWS, Chandler Robbins, bertemu dengan seekor albatros Laysan di Atol Midway. Burung itu tidak terlihat kembali, hingga 46 tahun kemudian yakni 2002, ketika Robbins kebetulan melihat burung itu lagi.

Usianya yang sangat tua dan kondisi kesehatannya yang baik membuatnya diberi nama ‘Wisdom’. Seperti Wisdom, Robbins tetap aktif di masa tuanya, hingga ia wafat pada 2017 di usia 98 tahun.

Robbins sangat menyukai Wisdom, terutama karena ia mampu menghindari begitu banyak hal berbahaya bagi spesiesnya, seperti menelan plastik laut atau terjebak dalam wilayah nelayan.

Wisdom juga telah menguasai gaya hidup albatros yang menantang, berkelana mencari makan ratusan ribu mil di samudera, menghadapi iklim ekstrem, dan menemukan sebidang tanah terpencil untuk membesarkan anak-anaknya.

“Ia adalah burung yang sangat beruntung dan cerdas,” kata Charles Eldermire, pemimpin proyek untuk Cornell Lab of Ornithology di Ithaca, New York.

Hampir 70% sarang albatross Laysan berada di Midway, yang berarti jika terjadi tsunami seperti di Jepang pada 2011, maka burung-burung tersebut dapat tersingkirkan sekaligus.

"Ini menunjukkan betapa pentingnya setiap burung untuk memastikan kelangsungan hidup spesiesnya," ujar Eldermire, dikutip dari National Geographic, Rabu (3/1/2018).

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments