Berburu Mangsa, Elang Paria Bikin Kebakaran Hutan?

CANBERRA - Australia bagian utara sejak dahulu memiliki kisah tentang burung pemangsa yang sengaja menyalakan api untuk menarik mangsa mereka ke tempat terbuka sehingga menjadi sasaran empuk. Kini, sebuah penelitian baru telah mendokumentasikan berbagai pengamatan mengenai taktik licik tersebut.

Penelitian tersebut mengungkap bahwa burung elang paria, alap-alap cokelat, dan elang siul di padang rumput Australia tropis memang ‘mengendalikan’ api. Jika hal ini dikonfirmasi, ini berarti bahwa manusia bukanlah satu-satunya yang bisa memanfaatkan api untuk keperluannya sendiri.

BERITA TERKAIT +

Meskipun cukup jelas bagi peneliti dan masyarakat bahwa burung-burung tersebut dapat memicu kebakaran, terdapat keraguan jika mereka benar-benar melakukannya secara sengaja.

Baca juga: Mengapa Burung Beo Bisa Berbicara?

Oleh karena itu, seorang ornithologist atau ahli ilmu burung, Bob Gosford, mulai menyelidiki perilaku aneh itu lebih jauh. Ia mendokumentasikan 20 laporan saksi mata yang diuraikan dalam penelitian, terbit di Journal of Ethnobiology.

Baca juga: Burung Liar Tertua di Dunia Bertelur di Usia 67 Tahun

Para pengamat melaporkan bahwa burung-burung tersebut, secara sendiri ataupun bersama, membantu menyebarkan kebakaran liar yang biasa terjadi di lokasi gersang. Mereka melakukannya dengan memungut bahan yang terbakar dan menjatuhkannya ke padang rumput.

Penelitian ini bisa berimplikasi pada cara otoritas Australia menghadapi kebakaran hutan. Selain itu, dapat menjelaskan mengapa beberapa kebakaran yang terjadi di wilayah tersebut tampaknya menyebar dengan tak terduga, dari satu area ke daerah lainnya.

"Meskipun penjaga suku Aborigin, dan orang-orang lain yang menghadapi kebakaran, mempertimbangkan risiko dari hewan liar yang menyebabkan api menyebar, keraguan tentang fakta burung yang menyebarkan api dapat menghambat perencanaan efektif untuk pengelolaan dan pemulihan wilayah,” tutur para peneliti, dikutip dari International Business Times.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments