Badan Siber Belum Ada Duit, Menkominfo: Harus Tetap Jalan

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengaku telah melakukan koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Menurutnya, sejak BSSN dibentuk, kedua belah pihak langsung koordinasi. Hal pertama yang dibahas adalah Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastrucure (ID-SIRTII).

Seperti diketahui, ID-SIRTII merupakan unit kerja di bawah Kominfo. Di dalamnya berisikan profesional yang tugasnya melindungi masyarakat dari serangan cyber, salah satu contohnya Wannacry yang menghebohkan beberapa bulan lalu.

Setelah terbentuknya BSSN, ID-SIRTII akan menjadi bagian di dalam lembaga pemerintah ini. Namun masalahnya, terkait anggaran untuk operasional.

Rudiantara menjelaskan BSSN sebelumnya diperkirakan akan dibentuk tahun lalu. Jadi di 2018 ini, Kominfo sudah tidak ada anggaran lagi. Sementara karena baru dibentuk, anggaran BSSN belum ada. Padahal ID-SIRTII harus terus bertugas.

"ID-SIRTII tidak boleh berhenti (beroperasi) gara-gara anggaran tidak ada karena BSSN baru terbentuk. Kominfo mengambil posisi jalan terus karena kami harus memproteksi masyarakat," jelas Rudiantara.

Selain itu, lanjut menteri, secara paralel di level staf juga mulai dibicarakan proses transisi. Salah satunya soal kapan ID-SIRTII akan dipimpin oleh BSSN.

Koordinasi lain yang dilakukan Kominfo dan BSSN terkait dokumen standardisasi critical sector infrastructure. Menkominfo mengatakan sudah merampungkan standardisasi tiga sektor prioritas, yakni perbankan, transportasi dan energi, dan akan segera menyerahkan ke BSSN.

"Sudah ada semuanya, tinggal diserahkan ke BSSN untuk diimplementasikan," ungkap pria yang kerap disapa Chief RA ini.

Ditambahkannya, sebenarnya ada sektor keempat yakni kesehatan. Ini dirasa penting karena bisa dibayangkan jika rumah sakit ketahanan cybernya dibobol hacker, tentu akan merepotkan. Namun standarisasinya belum dibuat oleh Kominfo.

"Nanti diteruskan BSSN, termasuk sektor-sektor lain. Yang sudah di Kominfo ada tiga akan diserahkan ke BSSN," pungkas Rudiantara. (rns/rou)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments