Astronom Temukan Lubang Hitam 'Memuntahkan' Materi

JAKARTA - Dua sendawa pada lubang hitam yang terjadi dalam rentang 100.000 tahun memastikan bahwa lubang hitam supermasif melewati siklus hibernasi dan aktivitas. Selain itu, ternyata lubang hitam tidak menyimpan materi yang telah ia lahap, melainkan memuntahkannya kembali.

Ketika mereka mengonsumsi materi seperti gas atau bintang, mereka juga menghasilkan arus kuat dari partikel berenergi tinggi di dekat horizon.

BERITA TERKAIT +

"Lubang hitam adalah pemakan rakus, tetapi ternyata juga tidak memiliki tata krama yang bagus. Kami mengetahui banyak lubang hitam yang mengeluarkan satu sendawa, tetapi kita menemukan galaksi dengan lubang hitam supermasif yang memiliki dua sendawa,” kata pemimpin peneliti, Julie Comerford, seorang astronom di University of Colorado Boulder.

Baca juga: Penelitian Baru Buktikan Lubang Hitam Menghasilkan Bintang, Ini Penjelasannya

Lubang hitam yang dimaksud adalah lubang hitam supermasif di pusat galaksi yang disebut SDSS J1354 + 1327 atau J1354. Berjarak sekira 800 tahun cahaya dari Bumi, dan muncul di data Chandra sebagai titik terang emisi sinar-X, cukup terang hingga mencapai jutaan atau bahkan miliaran kali lebih besar daripada Matahari.

Tim peneliti membandingkan data sinar-X dari observatorium sinar-X Chandra dengan gambar dari Teleskop Luar Angkasa Hubble. Mereka menemukan bahwa lubang hitam tersebut dikelilingi oleh awan debu dan gas yang tebal.

“Kami melihat objek tersebut beraktivitas, bersendawa, lalu ‘tidur’, kemudian beraktivitas dan bersendawa kembali, seperti yang diprediksi oleh teori. Untungnya, kami kebetulan mengamati galaksi ini pada saat kami dapat dengan jelas melihat bukti dari kedua kejadian tersebut," kata Comerford.

Baca juga: 2018, Tepi Lubang Hitam Terlihat via Teleskop Luar Angkasa

Bukti itu terdiri dari dua gelembung gas, satu di atas dan satu di bawah lubang hitam, partikel yang muncul setelah santapannya. Mereka dapat mengukur bahwa kedua gelembung itu terjadi pada waktu yang berbeda.

Gelembung di bagian selatan telah meluas 30.000 tahun cahaya dari pusat galaksi, sementara gelembung utara telah meluas hanya 3.000 tahun. Ini dikenal sebagai gelembung Fermi, dan biasanya terlihat setelah lubang hitam memakan objek-objek di sekitarnya.

Lubang hitam dapat memuntahkan materi karena ia memakan galaksi lain. Sebuah galaksi pendamping terhubung ke J1354 oleh aliran bintang dan gas, karena adanya tabrakan antara keduanya. Ini adalah gumpalan material dari galaksi kedua yang berputar menuju lubang hitam lalu termakan olehnya.

"Kami dapat menunjukkan bahwa gas dari bagian utara galaksi konsisten dengan gelombang guncangan, dan gas dari selatan konsisten dengan arus keluar yang lebih tua dari lubang hitam," kata mahasiswa doktoral Rebecca Nevin, dikutip dari Science Alert, Senin (15/1/2018).

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments