Apple Siapkan Fitur Cegah Milenial Kecanduan Smartphone

Jakarta - Didesak oleh investornya, Apple langsung bereaksi mengenai persoalan meningkatnya angka kecanduan kalangan remaja terhadap penggunaan smartphone. Apa yang dilakukan raksasa teknologi asal Cupertino, California, AS ini?

Apple menyatakan bahwa pihaknya senantiasa memperhatikan bagaimana produknya digunakan oleh masyarakat, terutama agar tidak menjadi adiksi saat dipakai oleh kaum milenial.

Sejak 2008, Apple telah menyediakan software di iPhone yang dapat dimanfaatkan oleh orang tua untuk dapat memantau anaknya saat membuka aplikasi, film, games, dan konten lainnya di produk andalan Apple tersebut.

"Kami sangat memikirkan bagaimana produk kami digunakan dan dampaknya terhadap pengguna dan orang-orang di sekitar mereka. Kami mengambil tanggungjawab dengan sangat serius dan kami berkomitmen untuk memenuhi dan melapaui harapan pelanggan kami, terutama apabila menyangkut melindungi anak-anak," kata Apple dalam pernyataannya dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (10/1/2018).

Apple turut menambahkan mereka akan terus mencari cara mendongkrak kemampuan Parental Control di perangkatnya lewat fitur baru yang membuat orang tua dapat meningkatkan pemonitoran smartphone sang buah hatinya.

Untuk diketahui desakan investor Apple ini bersumber dari Jana Partners dan California State Teacher's Retirement System (CalSTRS). Keduanya memiliki saham sekitar USD 2 miliar di Apple.

Meski isu sosial merupakan hal baru bagi mereka, tapi bila persoalan itu tak diatasi oleh Apple, berdampak pada rusaknya reputasi perusahaan. Maka dari itu, Jana Partners dan CalSTRS mendorong Apple untuk memperhatikan kondisi tingkat kecanduan kalangan remaja terhadap smartphone.

Investor Apple ini telah menyurati perusahaan yang berbasis di Cupertino tersebut, di mana isinya tersebut mendorong perusahaan untuk mengembangkan software bagi orang tua agar membatasi penggunaan ponsel bagi anak-anak. Selain itu, mereka juga meminta Apple mempelajari dampak penggunaan smartphone yang berlebihan, di mana bisa mengakibatkan terhadap kesehatan mental. (agt/afr)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments