APJII: Internet Semakin Murah, Pengguna Terus Bertambah

Jakarta - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) berencana untuk mengeluarkan hasil survei terbaru mengenai jumlah pengguna internet di Indonesia di sepanjang 2017.

"Akhir bulan ini, hasil survei akan dirilis. Angka (pengguna internet Indonesia) akan lebih tinggi, kalau turun nanti kita bingung," ujar Sekjen APJII Henri Kasyfi di Hotel Lemo, Tangerang Selatan, Rabu (11/1/2018).

Henri tak bisa menyebutkan berapa angka pasti peningkatan penetrasi internet di Tanah Air. Sebab, ia beralasan bahwa pihaknya masih melakukan proses pendataan soal pengguna internet untuk periode 2017 tersebut.

"Saat ini, lagi proses surveinya, lagi dijalankan, jadi datanya belum final. Kita sekarang belum bisa keluarkan angkanya," ucap Henri yang baru saja terpilih sebagai anggota organisasi peregister internet dunia, The Number Resource Organization Number Council (NRO NC).

APJII: Internet Semakin Murah, Pengguna Terus BertambahFoto: Agus Tri Haryanto/detikINET

Menurut Henri, tren pengguna internet di Indonesia yang akan dirilis, tidak akan mengalami perubahan besar dari sebelumnya, kecuali dari pertumbuhan penggunanya.

"Akses internet masih banyak di mobile, kecuali angkanya. Tren nggak beda karena nggak ada terobosan teknologi. Namun, setelah ada satelit itu mungkin ada perbedaan karena sekarang nggak ada internetan di rumah pakai satelit karena mahal, tapi nanti jadi murah," tuturnya.

Sebelumnya, APJII telah mengeluarkan hasil survei penetrasi pengguna internet Indonesia mencapai 132,7 juta dari total populasi penduduk sebesar 256,2 juta jiwa pada 2016. Pada survei terakhir yang diungkap APJII tahun 2014, ada pertumbuhan penetrasi pengguna internet 51,8 persen dari 88 juta menjadi 132,7 juta pada saat ini.

Dari 132,7 juta pengguna internet itu, di antaranya berasal dari kaum pria dengan 52,5 persen dan sisanya wanita dengan 47,5 persen. Selain itu, ditemukan jenis layanan internet melalui perangkat mobile masih mendominasi dengan persentase 69,9 persen atau 92,8 juta pengguna.

Selain perangkat mobile, jenis layanan internet yang paling sering digunakan oleh masyarakat Indonesia, yaitu internet rumah 13,3 persen (17,7 juta), fasilitas internet kantor 11,2 persen (14,9 juta), fasilitas internet kampus 2,2 persen (2,9 juta), warnet 1,6 persen (2,1 juta), dan internet cafe 0,9 persen (1,2 juta). (mag/rou)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments