Ambisi China Invasi Bulan dan Tumbuhkan Tanaman

Jakarta - China mengungkap ambisi besar tahun 2018 ini. Tak tanggung-tanggung, mereka ingin menaklukkan bulan. Tepatnya, mendarat di area bulan yang belum pernah dijelajahi sebelumnya.

Dikutip detikINET dari Guardian, China berencana meluncurkan misi Chang'e 4, yang namanya sama dengan dewa bulan di sana. Komponen pertama Chang'e 4 dijadwalkan diluncurkan pada bulan Juni 2018.

Komponen itu adalah satelit relay yang akan dibawa roket hingga berlokasi sekitar 60 ribu kilometer di belakang bulan dan menyediakan jalur komunikasi antara bumi dan bulan. Jika sudah ada di sana, China akan mengirim bagian kedua, kendaraan yang akan mendarat di sisi jauh bulan, yang akan dipandu oleh satelit itu agar mendarat dengan aman.

Pendaratan di sisi jauh bulan itu belum pernah dilakukan negara lain, termasuk Amerika Serikat. Tepatnya daerah bernama South Pole-Aitken Basin yang sejauh ini belum tereksplorasi.

"China akan menembus batas dengan misi yang menantang secara teknis ini," kata Brian Harvey, analis angkasa dan penulis buku China in Space: The Great Leap Forward.

Program jelajah bulan China sudah dimulai sejak tahun 2007 dengan Chang'e 1, perangkat sederhana yang mengorbit di bulan. Kemudian perangkat serupa yang lebih maju dalam misi Chang'e 2 dirilis tahun 2010.

Pada tahun 2013, misi Chang'e 2 berhasil mendaratkan kendaraan bernama Jade Rabbit di permukaan bulan. Sebuah pencapaian besar, namun China masih tertinggal dari AS dan Rusia. Misi Chang'e 4 inilah yang membuat China berpotensi memimpin.

Belum ada satupun yang mendarat di sisi jauh bulan, terutama karena masalah sulitnya komunikasi. Namun China yakin dapat mengatasinya. Bahkan ada prediksi China sudah bisa mendaratkan manusia di bulan pada tahun 2030.

Presiden China Xi Jinping memang menginginkan agar China menjadi superpower di bidang eksplorasi luar angkasa. "Bulan adalah pemberhentian pertama bagi langkah manusia menuju luar angkasa," sebut koran di China, Science and Technology Daily.

Misi ini rencananya juga akan membawa kontainer untuk menumbuhkan ekosistem sederhana. "Kontainer itu membawa kentang, bibit arabidopsis dan telur ulat sutra ke permukaan bulan," sebut Zhang Yuanxun, desainer kontainer tersebut.

"Telur akan menetas menjadi ulat sutra, yang bisa memproduksi karbondioksida, sementara kentang dan bibitnya mengeluarkan oksigen melalui fotosintesis. Bersama-sama, mereka bisa menjadi ekosistem sederhana di bulan," pungkasnya. (fyk/rou)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments