Aktivitas Kehidupan Hewan Mirip Manusia Dijelaskan Alquran dan Sains

JAKARTA - Aktivitas hewan yang berkelompok mulai dari bermigrasi membangun tempat tinggal, pertahanan diri, dan mencari sumber makanan. Ini menunjukkan bahwa hewan dan burung hidup membentuk komunitas yang terorganisasi dan bekerja bersama-sama seperti manusia.

Penelitian berbagai kelompok hewan serta perilakunya sudah dilakukan dengan beragam peralatan modern dan canggih. Para peneliti menemukan adanya kelompok-kelompok hewan yang hidup di kawasan biologi, yaitu udara, darat, dan air.

BERITA TERKAIT +

Hasil temuan terkini menunjukkan hal-hal yang baru seiring dengan kemajuan sains dan teknologi. Penemuan ini memperlihatkan aktivitas hewan yang berkelompok-kelompok, mulai dari bermigrasi hingga mencari sumber makanan.

Mengenai hewan dan burung yang hidup membentuk komunitas seperti manusia, Allah memberikan petunjuk melalui Alquran, seperti diungkap dalam buku 'Alquran vs Sains Modern menurut Dr. Zakir Naik' karya Ramadhani dkk.

"Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di Bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan," Surat Al-An'am Ayat 38.

Migrasi Hewan

Dalam buku Tafsir Ilmi 'Hewan dalam perspektif Alquran dan Sains' yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan mengenai migrasi hewan.

Baca juga: Unta, Hewan Gurun Tangguh Sanggup Angkut Beban 500 Kilogram

Untuk dapat disebut sebagai migrasi, dan bukan hanya sekadar persebaran secara lokal, peristiwa pergerakan hewan harus berlangsung secara tahunan atau musiman secara berulang. Burung-burung jenis tertentu terbang ke tempat yang panas ketika tempat tinggal asalnya mengalami musim dingin.

Migrasi juga bisa dipicu perubahan perilaku dalam siklus hidup hewan, seperti anakan ikan salmon yang berukuran tertentu akan bermigrasi dari hulu sungai ke laut untuk menjalani hidup dewasanya.

Siklus sebuah migrasi bisa saja diselesaikan oleh individu dari satu generasi yang sama dan bisa juga dilakukan lintas generasi. Contoh klasik dari siklus yang disebut terakhir ini dapat dilihat pada kupu-kupu monarch (Danaus plexippus) yang bermigrasi dari Kanada ke Meksiko dan kembali lagi.

Baca juga: Keunikan Lebah Madu Menurut Alquran & Sains

Migrasi tidak hanya terjadi pada dunia burung dan kupu-kupu. Migrasi juga dilakukan oleh beberapa jenis binatang menyusui, serangga, ikan dan kelompok kepiting atau udang.

Cara Hewan saat Berkomunikasi

Terungkap bahwa hewan melakukan komunikasi dengan berbagai cara, di antaranya dengan feromon, suatu hormon yang mengeluarkan bau dan dihasilkan oleh satu atau lebih kelenjar pada tubuhnya.

Dalam ayat Alquran, terungkap mengenai komunikasi yang dilakukan oleh semut. "Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari," Surah An-Naml Ayat 17-18.

Buku Tafsir Ilmi mengungkap, ayat ini menggambarkan sistem komunikasi di antara semut, yang sangat mungkin menggunakan bahan yang bersifat kimiawi.

Bila seekor serangga, misalnya, mengeluarkan feromon, maka serangga sejenis lainnya akan menerimanya dengan cara mencium baunya atau menyentuhnya, dan bereaksi sesuai dengan maksud dikeluarkannya hormon tersebut.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments