Xiaomi Tak Mau Sembarang Rakit Ponsel di Indonesia

Jakarta - Butuh proses panjang bagi Xiaomi ketika akhirnya memutuskan untuk mempercayakan perakitan ponselnya di Indonesia.

Pasalnya, dijelaskan Abidin, CEO PT Sat Nusapersada, dibutuhkan sekitar dua tahun bagi Xiaomi sehingga mempercayai perusahaannya menjadi basis perakitan ponsel Xiaomi di Indonesia.

Dalam prosesnya, Xiaomi disebut berulang kali melakukan audit demi memastikan kualitas produknya.

"Butuh dua tahun sebelum akhirnya PT Sat Nusapersada ditunjuk Xiaomi. Tim dari China bolak-balik datang. Kami diaudit soal kualitas," ujarnya di Batam, Senin (4/12/2017).

PT Sat Nusapersada sendiri menyiapkan setidaknya sembilan line produksi hanya untuk Xiaomi.

Di tiap-tiap line tersebut tercatat ada sekitar 48 proses yang harus dilalui dari mulai ponsel Xiaomi berbentuk komponen-komponen kecil, sampai berbentuk ponsel utuh dalam kemasan dan siap dikirimkan.

Sementara tiap line mewakili beda-beda model ponsel Xiaomi. Sejauh ini PT Sat Nusapersada dipercaya untuk menggarap Mi A1, Redmi Note 5A, Redmi 4X, Redmi Note 4, Redmi 4A, dan Redmi 3S.

PT Sat Nusapersada juga sesumbar ada sekitar 1.500 pekerja yang dipercaya dalam perakitan ponsel Xiaomi. Bahkan jumlahnya bisa meningkat jadi 3.000 seiring permintaan Xiaomi yang diprediksi akan meningkat.

"Untuk Xiaomi saja 1.500 orang. Bisa jadi 3.000 orang tergantung kebutuhan Xiaomi ke depan. Dan pastinya pekerja kami semua lokal, tidak ada pekerja asing," pungkasnya. (rou/rou)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments