WhatsApp Digugat di India Gara-Gara Emoji Jari Tengah

MENLO PARK – WhatsApp mendapatkan gugatan dari seorang advokat India terkait emoji jari tengah dalam aplikasinya. Pengacara bernama Gurmeet Singh tersebut telah meminta WhatsApp untuk menghapus emoji tersebut dalam kurun waktu kurang dari 15 hari.

Singh juga mengancam akan mengajukan kasus perdata atau pidana kepada WhatsApp jika gugatannya tak diindahkan. Menurut pengacara India itu, emoji jari tengah di WhatsApp merupakan isyarat yang cabul dan dinilai sebuah pelanggaran di India.

BERITA TERKAIT +

Baca: 4 Smartphone Jadul Ini Terancam Ditinggal WhatsApp

“.... menunjukkan jari tengah tidak hanya menyinggung tapi merupakan tindakan yang sangat bertentangan, invasif dan cabul,” kata Singh dalam peringatanya ke WhatsApp.

“Sesuai dengan Hukum Pidana India Bagian 345 dan 509, (emoji jari tengah) adalah pelanggaran yang merujuk ke isyarat cabul, ofensif pada perempuan. Penggunaan isyarat cabul, ofensif oleh orang lain adalah juga ilegal seperti disebutkan aturan itu. Peradilan Pidana (Kemanusiaan) Act, 1994 yang menunjukkan jari tengah juga merupakan pelanggaran di Irlandia," papar Gurmeet Singh.

Baca juga: Brian Acton, Pendiri WhatsApp yang Sempat Ditolak Facebook dan Twitter

Ia juga mengungkapkan bahwa emoji jari tengah yang ditawarkan WhatsApp untuk pengguna, berarti perusahaan secara langsung bersekongkol menggunakan tindakan ofensif, dan cabul.

Sejauh ini sendiri pihak WhatsApp belum memberikan tanggapannya terkait gugatan yang muncul di India tersebut. Demikian seperti dilansir NDTV, Jumat (29/12/2017). (lnm).

(kem)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments