Unik, Ada Konstelasi Bintang 'Harry Potter' hingga 'Paddington'

BIRMINGHAM - Dalam upaya untuk membuat generasi muda tertarik dengan langit malam, tim Universitas Birmingham memberikan nama konstelasi Bintang bukan lagi berdasarkan mitologi Yunani dan Romawi. Nama-nama para ilmuwan berikan untuk konstelasi Bintang yang baru, yaitu Paddington, Bolt, dan Potter.

Konstelasi Bintang tersebut jika dilihat dengan jeli akan tampak seperti kacamata Harry Potter, sepatu boots Paddington, dan sosok Usain Bolt dengan pose ‘lightning bolt’-nya yang khas.

BERITA TERKAIT +

Hampir tiga perempat anak-anak mengakui tidak pernah melihat konstelasi Bintang di langit. Para astronom berharap, dengan adanya susunan Bintang baru ini anak-anak kini dapat dengan mudah mengenali konstelasi Bintang di langit malam.

Baca juga: David Bowie Dijadikan Nama Konstelasi Bintang

"Nama konstelasi yang digunakan selama ini memiliki nama Latin yang rumit dan seringkali tidak terlihat seperti sebutannya. Seperti Cassiopeia, yang seharusnya berarti seorang Ratu di singgasananya, lebih terlihat seperti bentuk zigzag,” kata Emma Willett, mahasiswa fisika yang memimpin tim peneliti Universitas Birmingham.

Ia menyampaikan, mereka ingin membantu orang-orang dari segala usia untuk mengembangkan ketertarikannya dalam dunia astronomi dan antariksa, serta menginspirasi generasi selanjutnya untuk meneruskan bidang tersebut.

Pola Bintang tersebut akan diresmikan di Big Bang Fair, Birmingham, pada Maret, bersamaan dengan ‘Atteborough’ yang dapat dilihat pada April di bagian utara-timur laut langit, dalam bentuk ikan paus. Terdapat pula ‘Serena’ dengan bentuk raket tenis dan dinamai berdasarkan pemain tenis Serena Williams.

Baca juga: Perubahan Konstelasi Bintang Hadirkan Simbol Zodiak Baru?

Para peneliti juga menemukan ‘Mobot’, dinamai berdasarkan gerakan khas seorang pelari British Olympic, Mo Farah. Konstelasi dari dunia olahraga, hiburan, sains, dan politik tersebut diharapkan bisa berperan dalam British Science Week, tahun depan.

Sebuah survei terhadap 1.000 anak berusia 7-19 tahun menemukan bahwa 29% dari mereka tidak dapat mengenali konstelasi Bintang klasik yang mencakup Ursa Mayor dan Canis Mayor.

“Stargazing adalah cara yang hebat untuk membuat anak muda tertarik dengan alam semesta dan menginspirasi mereka untuk mencari tahu lebih dalam,” kata Beth Elgood, direktur komunikasi di Engineering UK, yang menyelenggarakan The Big Bang Fair. Demikian dilansir dari Daily Mail, Rabu (13/12/2017).

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments