Terungkap, Hacker Uber Ternyata Pemuda Berusia 20 Tahun

CALIFORNIA – Seorang pria berusia 20 tahun diklaim bertanggung jawab atas pelanggaran data yang menerpa Uber 2016 lalu. Demi meredam masalah tersebut, Uber membayarnya melalui program bug bounty.

Sebagaimana diketahui perusahaan ride sharing ini mengungkap pelanggaran data yang terjadi saat kepemimpinan perusahaan ditangan Travis Kalanick pada Oktober 2016. Tak tanggung-tanggung, 57 juta data pribadi pelanggan dan pengemudi Uber dibobol hacker.

BERITA TERKAIT +

Baca: Diam-Diam Uber Pernah Di-Hack, 57 Juta Data Pengguna Dibobol

Uber diduga telah membungkam hacker tersebut dengan dana senilai USD100.000 atau sekira Rp1,3 miliar. Sang hacker juga diminta untuk menghapus semua data yang dicuri olehnya serta memastikan masalah ini tidak diumbarnya ke publik.

Meski pada akhirnya masalah ini diungkap ke publik, Uber tak menjelaskan bagaimana perusahaan membayar hacker tersebut, begitu pula dengan identitasnya.

Menurut sumber yang dikutip Reuters, Uber melakukan pembayaran melalui program bounty, yang memberikan imbalan kepada orang-orang yang menemukan bug pada software dan aplikasi perusahaan. Para peneliti keamanan biasanya menerima ribuan dolar atas bug yang mereka temukan, tergantung tingkat keparahannya.

Sumber juga menyebut bahwa Travis Kalanick mengerti masalah pelanggaran itu dan pembayaran yang dilakukan perusahaannya. Namun tak jelas siapa yang memberikan otoritas pembayaran kepada hacker tersebut.

Baca juga: Kebocoran Data Terungkap, Tiga Petinggi Keamanan Uber Pamit Mundur

Lebih lanjut Uber membayar hacker demi mengantongi identitasnya dan meminta ia menandatangani perjanjian agar tidak melakukan pelanggaran yang sama di masa mendatang. Uber juga memastikan bahwa data yang dicuri hacker itu telah dihapus sepenuhnya dengan menganalisis komputer miliknya.

Bocorannya, sang hacker tinggal bersama dengan ibunya di sebuah rumah kecil dimana ia mencoba untuk membantu sang ibu membayar tagihan. Uber disebut tak berniat menuntutnya karena orang tersebut dinilai tidak berencana mengancam perusahaan. Demikian seperti dilansir The Verge, Jumat (8/12/2017). (lnm).

(kem)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments