Telkomsel Kebut Perkuat Jaringan 4G Jelang Tahun Baru

Jakarta - Telkomsel langsung ngebut bangun jaringan baru demi mengoptimalkan spektrum 2,3 MHz selebar 30 MHz yang dimenangkannya dengan mahar lelang Rp 1,07 triliun.

Sejak Oktober 2017 hingga malam pergantian Tahun Baru 2018, ditargetkan oleh anak usaha Telkom itu, mereka bisa menyelesaikan pembangunan 500 eNode B baru untuk Base Tranceiver Station (BTS) jaringan 4G.

"Posisi saat ini sudah tiga ratusan BTS yang kita bangun di Jakarta, Bandung, Palembang. Ibaratnya, kami sudah beli tanah, sayang kalau tak buru-buru dibangun rumahnya," kata Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan di gedung TSO, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Bob menjelaskan 500 BTS tersebut sengaja dibangun terlebih dahulu di tiga kota, yakni wilayah Jakarta, Bandung, dan Palembang. Alasannya, karena wilayah tersebut dinilai sangat membutuhkan kapasitas tambahan untuk akses internet terbaik.

Pasalnya, saat ini kapasitas bandwith di wilayah tersebut dinilai terlalu padat. Setelahnya, akan dilanjutkan dengan pembangunan BTS di wilayah-wilayah lainnya, yang juga membutuhkan kapasitas tambahan.

"Jadi, untuk tahap awal kita fokuskan dulu ke wilayah-wilayah yang kapasitas bandwidth-nya sudah terlalu padat. Memang kebetulan juga mau ada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Selanjutnya, akan dilanjutkan ke wilayah-wilayah lainnya," jelasnya.

Dengan tambahan alokasi frekuensi 2,3 GHz, Telkomsel akan lebih leluasa memberikan pengalaman digital yang maksimal kepada pelanggan. Manfaat yang akan dirasakan pengguna dengan tambahan alokasi frekuensi ini, yaitu pelanggan dapat menikmati layanan 4G LTE dengan kecepatan yang maksimal, dan tingkat latency yang rendah.

"Dengan tambahan spektrum ini, akan memungkinkan pelanggan kami menikmati layananbroadband dan layanan digital dengan kualitas dan kecepatan akses yang lebih baik. Dalam jangka panjang, tambahan spektrum ini juga memungkinkan kami untuk terus memberikan layanan data terbaik kepada masyarakat secara kompetitif," papar Bob.

Ia juga menjelaskan, untuk dapat menikmati layanan LTE pada frekuensi 2,3 GHz ini, pelanggan tidak perlu melakukan penggantian SIM card selama handset yang digunakan sudah mendukung band frekuensi LTE TDD (Time Division Duplex) 2,3 GHz dan berada dalam coverage layanan LTE TDD 2,3 GHz.

Saat ini, dari sekitar 50 juta handset LTE yang ada di jaringan Telkomsel, sekitar 85% di antaranya sudah dapat mendukung layanan ini. LTE TDD 2,3 GHz ini dapat memberikan layanan throughput downlink yang lebih baik, dikarenakan besarnya lebar bandwidth yang digunakan.

"Ekosistemnya sudah siap. Jadi, pelanggan tidak perlu mengganti simcard ataupun handset untuk menikmati layanan di frekuensi ini. Kita sudah coba di beberapa area, dengan menggunakan teknologi TDD di frekuensi 2,3 GHz, kecepatan internetnya lebih kencang, video-nya lebih smooth. Pokoknya, akan memberikan experience yang lebih baik kepada pengguna kita," jelasnya.

Bob pun menambahkan, saat ini ketersediaan spektrum di Indonesia masih sangat terbatas dan sangat langka. Sementara perbandingan antara jumlah pelanggan dan alokasi spektrum frekuensi yang dimiliki Telkomsel tidak proporsional.

"Dengan pertimbangan tersebut dan untuk mengakomodasi pertumbuhan pelanggan dengan jumlah populasi yang sangat besar di Indonesia, maka nilai tambahan spektrum ini menjadi sangat tinggi dan penting untuk Telkomsel," tegas Ririek.

Adapun komposisi alokasi frekuensi yang dimiliki Telkomsel saat ini sebagai berikut, frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 30 MHZ, frekuensi 2,1 GHz dengan lebar pita 15 MHz, frekuensi 1,8 GHz dengan lebar pita 22,5 MHz, frekuensi 900 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz, dan frekuensi 800 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz. (rou/fyk)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments