Sosok Jia Yueting, Figur Besar di Balik Dunia Video Online China

BEIJING - Seorang pengusaha bernama Jia Yueting, memiliki peran penting dalam industri video online. Jia Yueting lahir pada 1973 di Kabupaten Xiangfen di provinsi produsen batubara, Shanxi, utara China, sebagai anak ke tiga di keluarga yang sederhana.

Jia Yueting adalah seorang pascasarjana dalam bidang administrasi bisnis dan memulai karirnya di usia 22 sebagai petugas technical support di kantor pajak provinsi Shanxi.

BERITA TERKAIT +

Ia bertanggung jawab mempertahankan jaringan internal kantor pajak daerah di Shanxi. Namun, Jia tidak bekerja lama di sana dan berhenti dalam waktu kurang dari setahun untuk membuka perusahaan konsultan teknisnya sendiri

Baca juga: Ren Zhengfei, Sang Pendiri Huawei Usai 'Pensiun' dari Tentara

Pada 2002, Jia menemukan sebuah perusahaan telekomunikasi nirkabel bernama Sinotel Technologies yang terdaftar di Bursa Efek Singapura pada 2008. Ia kemudian membuka perusahaan lain bernama Xbell Union Communication Technology di Beijing pada 2003.

Usaha tersebut terdaftar di Bursa Efek Singapura di 2007. Setelah itu, mulailah perjalanan perusahaan terpenting Jia pada 2004, yakni LeShi Internet Information and Technology, atau yang lebih dikenal dengan Leshi TV.

Perusahaan yang terdaftar di Startup Board of China pada 2010 itu, mengelola sebuah situs web yang disebut Letv.com. Website ini memiliki sejumlah hak cipta komprehensif dari acara televisi dan film di China, dan saat ini adalah salah satu situs video panjang profesional yang paling berpengaruh, bahkan dijuluki ‘Netflix China’.

Pelopor dalam bidang video online, Leshi Holding milik Jia, tertarik pada produksi film dan acara TV. Perusahaannya telah sangat berkontribusi dalam mengembangkan industri media dan budaya China.

Pada 2014, LeVision Pictures, bagian dari Leshi Holding Movie Production Unit, membuka unitnya di Los Angeles dan berencana menginvestasikan USD200 juta dalam pengembangan film.

Baca juga: Kisah Charles Babbage, Matematikawan yang Disebut Bapak Komputer

Di Desember 2014, Leshi Group berencana mengembangkan mobil listrik sesuai dengan Model S. Pemerintah China pun mendukung Jia dalam inisiatif ini untuk mengurangi polusi udara di Beijing.

Jia Yueting juga mendirikan Le.com dan LeEco. Lalu, pada 2015, ia membeli Grup Coolpad dari Guo Deying. Beberapa tahun terakhir, nama Jia Yueting eksis dalam daftar peringkat orang kaya di China versi Forbes. Ia menduduki peringkat 78 pada 2014, dan melesat ke posisi 17 pada 2015.

Kekayaannya yang mencapai USD7,7 miliar membawanya pada daftar orang terkaya di dunia, di peringkat 557. Tak hanya itu, ia juga meraup bisnis smartphone, sepeda, dan mobil listrik dengan perusahaannya tersebut.

Perusahaan tersebut juga mendorong ekspansi besar-besaran di Amerika Serikat pada 2016, namun ambisinya menjadi raksasa teknologi runtuh ketika perusahaan tersebut menghadapi masalah arus kas yang serius.

Pada Juli 2017, Jia Yueting mengundurkan diri sebagai ketua dan CEO LeShi Internet Information and Technology, untuk fokus pada unit mobil LeEco. Ia juga berjanji untuk melunasi utang perusahaan.

(kem)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments