Soal Regulasi Taksi Online dan Tarif Murah, Ini Kata Uber

JAKARTA - Perusahaan ride sharing Uber, menanggapi soal perubahan dalam Peraturan Menteri (PM) Perhubungan soal taksi online. PM yang kini menjadi Nomor 108 Tahun 2017 itu menggugurkan 14 pasal dari PM sebelumnya bernomor 26 Tahun 2017.

Diungkap oleh Chan Park, General Manager South East Asia Uber, perusahaan asal Amerika Serikat itu secara garis besar menunjukkan dukungannya terhadap pengesahan PM Nomor 108 Tahun 2017. Menurutnya, mitra pengemudi dan penumpang harus sama-sama terlindungi.

BERITA TERKAIT +

Ia juga mengatakan bahwa Uber terus mengupayakan diskusi bersama pemerintah untuk menghasilkan keputusan yang bisa mengakomodir keinginan semua pihak.

Baca juga: Monika Rudijono Ditunjuk sebagai Presiden Uber Indonesia

"Saya sangat setuju dengan perlindungan konsumen. Saya juga sangat mendukung perlindungan mitra pengemudi. Jadi secara umum kami sudah setuju dengan pemerintah bahwa ridesharing itu baik," kata Chan Park di Jakarta, Rabu (13/12/2017).

"Mengenai bagaimana kami mengaturnya secara detail, Anda tahu bahwa ada yang kami tahu dan tidak, tapi secara umum kami ingin bekerjasama dengan mereka (pemerintah). Saya tidak akan mengomentari secara detail tapi kami ingin terus bicara dengan mereka dan itu yang paling penting," imbuh Park.

Kemudian soal tarif taksi online yang dianggap lebih murah ketimbang taksi konvensional, Park mengatakan bahwa penetapan harganya cukup sulit mengingat pentingnya untuk mempertimbangkan kebutuhan mitra pengemudi dan juga harapan penumpang.

Baca juga: Uber Ungkap Waktu Tersibuk di Indonesia Selama 2017

"Itu adalah bagian paling menjebak karena jika membuat harga terlalu murah kasihan driver-nya. Kalau agak ditinggikan kasihan konsumennya. Untuk itu perlu diseimbangkan seperti yang Saya bilang bahwa sama-sama penting untuk melindungi pelanggan dan pengemudi. Tidak akan pernah ada jawaban yang bagus," paparnya.

Saat ini Uber telah hadir di 600 kota di 76 negara termasuk Indonesia. Di Tanah Air, layanan ride sharing ini telah tersebar di 34 kota yang tersebar 7 pulau.

(kem)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments