Setelah Teori Bumi Datar, Muncul Teori Bumi Berongga

JAKARTA - Teori Bumi datar menyebutkan bahwa Bumi tidaklah berbentuk bulat, melainkan rata menyerupai cakram. Setelah teori Bumi Datar, kini ramai teori lainnya yang menyebutkan bahwa Bumi berongga (Hollow Earth).

Dilansir Bgr, Rabu (27/12/2017), teori ini mendapat perhatian berkat "ilmuwan" yang memproklamirkan dirinya sendiri bernama Rodney Cluff. Cluff menulis sebuah buku tentang keyakinannya bahwa Bumi itu hampa.

BERITA TERKAIT +

Selain itu, dalam bukunya ia juga menyebutkan tentang ekspedisi yang didanai untuk membuktikan bahwa sebuah lubang benar-benar ada di puncak planet ini.

Baca juga: Perdana! Konferensi Bumi Datar Digelar di AS

Seperti yang mungkin Anda duga, perjalanan itu tidak pernah benar-benar terlalu jauh, tetapi tidak menghentikan Cluff untuk mencoba merekrut pengikut.

Beberapa yang percaya bahwa planet ini berlubang juga bersikeras bahwa bagian dalam Bumi penuh dengan makhluk humanoid yang jauh lebih unggul ketimbang yang tinggal di eksterior.

Manusia yang berukuran dua belas kaki atau lebih tinggi dan diklaim tidak pernah sakit dikatakan berada di dalam planet ini. Selain itu, satwa liar lainnya juga tumbuh subur di lembah yang luas.

Baca juga: Ada-Ada Saja! Yakin Bumi Datar, Rapper Ini Ingin Luncurkan Satelit

"Semakin banyak orang datang untuk berdamai dengan kenyataan bahwa Bumi berongga. Saya mendapatkan email dari orang-orang yang mempelajarinya setiap hari. Ini pasti semakin populer tentu tidak dalam jutaan tapi mungkin ribuan," kata Cluff kepada Sun.

Cluff dan para pendukungnya menemukan gagasan tentang Bumi yang datar menjadi lelucon yang buruk. Mereka juga menganggap orang yang percaya dengan Bumi Datar ialah orang gila.

"Saya tidak tahu bagaimana (mereka yang percaya) ide Bumi Datar bisa sangat bingung. Mereka jelas salah. Dunia tidak datar - itu berlubang. Mereka menolak semua bukti," tutur Cluff.

Penjelasan Alquran dan Sains Tentang Wujud Bumi

Dalam buku Tafsir Ilmi 'Penciptaan Bumi dalam perspektif Alquran dan Sains' yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan mengenai anatomi Bumi yang mencakup bahasan tentang bentuk, ukuran dan struktur Bumi.

Buku Tafsir Ilmi mengungkapkan mengapa Bumi bisa dianggap datar. Oleh karena Bumi merupakan hamparan luas dan sangat besar dibanding ukuran manusia, maka permukaannya tampak datar serta luas terhampar.

Allah menjadikan permukaan Bumi sebagai bentangan yang luas. Dengan permukaan yang luas tersebut, permukaan Bumi bak hamparan dan tidak terasa lengkungannya.

Padahal, tanpa perlu alat bantu seperti satelit, manusia di muka Bumi bisa mengamati peristiwa terjadinya siang dan malam. Ibarat lampu senter disorotkan mengelilingi sekeping uang logam (yang datar), maka gelap dan terang berlangsung mendadak.

Akan tetapi, manusia mengetahui bahwa terjadinya siang dan malam tidak secara mendadak. Hal ini hanya dapat dijelaskan bila Bumi berbentuk seperti bola dan berotasi di hadapan matahari.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments