Sempat Dekati Bumi, Asteroid 3200 Phaethon Berukuran Lebih Besar

JAKARTA - Pada 16 Desember, batuan antariksa 3200 Phaethon telah mencapai titik terdekatnya pada Bumi, yaitu 10,3 juta kilometer. Menurut badan antariksa, itu merupakan jarak terdekat dengan Bumi sejauh ini hingga 2093.

Gambar terbaru oleh Arecibo Observatory Planetary Radar milik Puerto Rico, menunjukkan bahwa objek tersebut memiliki lekukan yang besar di khatulistiwanya yang berukuran beberapa ratus meter. NASA mengatakan, objek bulat tersebut juga memiliki fitur gelap yang mencolok di dekat salah satu kutubnya.

BERITA TERKAIT +

"Pengamatan baru mengenai Phaethon ini menunjukkan, bentuknya mirip dengan asteroid Bennu, target pesawat luar angkasa OSIRIS-Rex NASA, tetapi lebih dari 1.000 Bennus bisa muat di dalam Phaethon," kata Patrick Taylor, dari Universities Space Research Association (USRA), Columbia, Maryland, seorang ilmuwan dan pemimpin tim untuk Planetary Radar di Arecibo Observatory.

Baca juga: Asteroid Berbentuk Tengkorak Kembali Mendekati Bumi di 2018

Ia juga mengatakan, fitur gelapnya bisa jadi merupakan kawah atau lekukan topografi lainnya, yang tidak memantulkan sinar radar kembali ke Bumi, sebagaimana dikutip dari Daily Mail, Rabu (27/12/2017).

Pengamatan terbaru yang berlangsung pada 15-19 Desember mengungkap bahwa ternyata Phaethon berukuran 6 kilometer, yang berarti lebih besar dari perkiraan sebelumnya, yakni 4,8 atau 5 kilometer. Asteroid ini melintasi Bumi pada titik 27 kali jarak antara Bumi dan bulan.

Baca juga: Asteroid Berdiameter 4,8 Kilometer Mendekati Bumi Bulan Ini

Arecibo adalah sistem radar astronomi yang paling kuat di Bumi, tetapi mengalami sedikit kerusakan akibat badai baru-baru ini yang melanda Puerto Rico. Sekarang, sudah diperbaiki dan berjalan kembali.

Awal bulan ini, Immanuel Kant Baltic Federal University di Konigsberg, Rusia, menerbitkan sebuah video yang melacak jalur Phaethon. Video tersebut menjelaskan bahwa orbitnya yang tidak biasa akan membuatnya lebih dekat dengan Matahari, dibandingkan asteroid lainnya.

3200 Phaethon membingungkan para ilmuwan karena ia memiliki karakteristik seperti asteroid dan komet. Ketika Phaethon mendekati Bumi, mereka menemukan aliran debu yang tampak seperti ekor komet. Namun, orbit Phaethon berada di wilayah antara Mars dan Jupiter, lokasi asal asteroid pada umumnya.

(ahl)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments