Rusia Bakal Bangun Hotel Mewah di Stasiun Luar Angkasa

MOSKWA - Anda pasti pernah bertanya-tanya bagaimana rasanya memandang Bumi dari luar angkasa. Perusahaan luar angkasa pribadi, seperti SpaceX dan Virgin Galactic berlomba mencanangkan pariwisata luar angkasa menjadi kenyataan. Tampaknya masyarakat dapat menikmatinya di masa mendatang.

Badan Antariksa Rusia - Roscomos dilaporkan berencana membangun sebuah hotel mewah bintang lima di International Space Station (ISS), yang memungkinkan orang-orang super kaya menikmati suasana luar angkasa dengan fasilitas glamor.

BERITA TERKAIT +

Hotel ISS Rusia akan mencakup suite orbital mewah, dengan kabin pribadi. Kabin mewah juga akan hadir dengan jendela besar yang memungkinkan wisatawan menikmati pemandangan luar angkasa, disertai perlengkapan olahraga pribadi.

Wisatawan luar angkasa juga akan mendapat kesempatan untuk merasakan spacewalk di luar angkasa, didampingi oleh kosmonot profesional. Popular Mechanics melaporkan bahwa perjalanan ke luar angkasa, yang bisa menghabiskan satu sampai dua minggu itu, akan memakan biaya sekira USD40 juta per orang. Namun, jika Anda ingin merasakan spacewalk atau memperpanjang penginapan satu bulan, maka Anda akan dikenakan biaya tambahan sebesar USD20 juta.

Menurut rencana Roscomos, hotel mewah itu akan menambah beban 20 ton di ISS. Ruangan sepanjang 15,5 meter itu akan menyediakan 92 meter kubik ruang bertekanan udara, dan akan mencakup empat tempat tidur, masing-masing dua meter kubik. Ada juga dua pos kebersihan dan medis dengan ukuran yang sama untuk melengkapinya.

Perusahaan Rusia yang memproduksi ruang RKK Energia dilaporkan menghabiskan USD279 juta-USD446 juta, dan akan mengembangkan hotel itu selama lima tahun. Artinya pariwisata luar angkasa kemungkinan akan berjalan pada 2022.

Popular Mechanics melaporkan, perusahaan tersebut menginginkan setidaknya 12 klien membayar uang muka minimum USD4 juta. Kemudian, klien akan membayar cicilan USD12,6 juta dalam dua tahun ke depan, dan pembayaran akhir sebesar USD10.8 juta pada saat penerbangan. Demikian dilansir dari International Business Times, Senin (25/12/20217).

(kem)

Berita Terbaru Hari Ini

Comments